Cara Unik Kelompok Suporter Snex Buang Stigma Anarkis Lewat Pukulan Tinju
SEMARANG, Jatengdata.com – Suasana di atas kanvas ring Sasana Tinju X-SECTOR Semarang, mendadak bergemuruh di bawah sorot lampu pada Selasa malam (27/10/2026). Sepasang petinju muda lengkap saling baku pukul menggunakan sarung tinju hijau. Sorak-sorai penonton pun mengumandang ke udara.
Pertandingan eksibisi yang penuh energi tersebut mengiringi peresmian sasana yang beralamat di Jalan Ronggowarsito Nomor 68, Kemijen, Semarang Utara ini. Inilah babak baru dari langkah transformatif yang digagas oleh kelompok suporter Snex bersama pengelola sasana untuk meruntuhkan stigma anarkis jalanan.
Dari Kurban dan Santunan Menuju Sasana Tinju X-SECTOR
Punya nyali besar tetapi sering salah jalan tentu hanya akan merugikan masa depan anak muda itu sendiri. Selama ini, sebagian masyarakat memang telanjur mengidentikkan Semarang Extreme (Snex) dengan aksi keributan, gesekan antar-kelompok, hingga kerusuhan di luar stadion. Namun, organisasi suporter kebanggaan Kota Lumpia ini perlahan membuktikan jati diri baru lewat sederet aksi sosial yang nyata.
Sebelum merambah dunia olahraga kombat, mereka rutin menyembelih hewan kurban saat Idul Adha. Tak berhenti di situ. mereka gagas pula santunan bagi anak yatim pada momen 10 Muharram. Bahkan, ketika laga PSIS Semarang kontra Persiku Kudus di Bantul batal berlangsung beberapa waktu lalu, para anggota memilih menggelar konser musik damai.
Kini, langkah transformasi itu berlanjut ke atas gelanggang Sasana Tinju X-SECTOR sebagai ruang pembinaan resmi sekaligus titik kumpul para koordinator lapangan (korlap) dan anggota. Ketua Umum Snex Fredy Candra menegaskan bahwa kolaborasi yang turut membuka peluang kemandirian finansial organisasi di luar penjualan tiket ini bertujuan merangkul anak-anak muda agar menyalurkan keberanian mereka secara tepat.
“Selama ini, anak-anak suporter atau gangster sering terlibat tawuran di jalanan. Nah, di sini kita arahkan ke hal yang lebih positif, yaitu bertarung di ring saja,” tegas Fredy saat berbincang usai rangkaian peresmian.
Punya Nyali Lebih? Masuklah ke Atas Ring!
Namun, mengubah kebiasaan lama di akar rumput tentu membutuhkan ketegasan sekaligus wadah penyaluran yang jelas. Oleh karena itu, Fredy Candra mengajak seluruh elemen koordinator wilayah (korwil) maupun koordinator kelurahan (korkel) untuk menyelesaikan setiap persoalan secara dewasa tanpa melukai orang lain di jalan raya.
“Harapan saya, teman-teman Snex bisa lebih positif. Kita tidak lagi menggunakan cara-cara yang bertentangan dengan hukum,” ujarnya.
Gagasan berani tersebut berjalan beriringan dengan visi CEO Sasana Tinju X-SECTOR, Alif Abdurrahman. Ia merancang tempat latihan di kawasan Kemijen ini untuk menampung mental petarung anak muda Semarang. Pihak sasana membuka pintu lebar-lebar bagi siapa saja yang ingin menguji ketangkasan fisik secara sportif di bawah aturan resm. Target pun dipancangkan: mencetak petinju level internasional.
Dukungan KONI Kota Semarang
Inisiatif kolaboratif di Semarang Utara ini langsung menuai apresiasi dari Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, S.E., M.M., yang meresmikan langsung fasilitas olahraga tersebut bersama Ketua Pertina Kota Semarang Rahmulyo Adi Wibowo, Danlanal Semarang Kolonel Marinir Sabprowanto, serta Ketua DPC Peradi SAI Kota Semarang Luhut Sagala. Arnaz memandang kehadiran fasilitas latihan baru ini sebagai kawah candradimuka yang sangat strategis bagi pembinaan olahraga daerah.
“Alhamdulillah, ada tokoh muda yang mau membangun tempat latihan. Ini bisa menjadi cikal bakal atlet muda potensial yang nanti dikembangkan menjadi atlet profesional,” ungkapnya.
Lebih jauh, pimpinan induk olahraga kota tersebut menilai pemilihan lokasi sasana di kawasan Kemijen sangat tepat untuk meredam potensi gesekan remaja di jalanan. “Saya sangat setuju. Lokasinya pun menurut saya pas dan tepat, karena bisa menjadi bagian dalam mengurangi angka tawuran,” katanya.
Semangat militansi yang selama ini mengalir deras di dalam tubuh Semarang Extreme (Snex) kini menemukan muara baru yang jauh lebih bermartabat. Melalui konsistensi latihan di Sasana Tinju X-SECTOR, kepemimpinan Fredy Candra, serta pendampingan berkelanjutan dari KONI Kota Semarang, anak-anak muda yang tergabung dalam kelompok suporter Snex membuktikan bahwa nyali besar mereka hadir untuk mengukir prestasi, bukan sekadar meninggalkan stigma di jalanan.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.