Derbi Jateng PSIS vs Persiku Batal Digelar, Suporter Pilih Konser Damai
SEMARANG, Jatengdata.com – Ribuan suporter Laskar Mahesa Jenar menelan kekecewaan mendalam usai laga Derbi Jawa Tengah PSIS vs Persiku batal digelar. Pertandingan pekan ketiga Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Ahad (27/9/2026), urung terlaksana akibat terkendala izin kepolisian.
Pembatalan ini terjadi lantaran Polres Bantul belum menerbitkan surat rekomendasi keamanan. Pihak kepolisian menilai panitia pelaksana dari tim tuan rumah terlambat mengajukan perizinan laga.
Sesuai Peraturan Polri Nomor 7 Tahun 2023, panitia wajib melaporkan kegiatan maksimal 7×24 jam sebelum laga berlangsung. Namun, surat permohonan baru masuk pada 25 September 2026, hanya dua hari jelang pertandingan sehingga menyebabkan laga PSIS vs Persiku batal.
“Bahwa berdasarkan poin-poin di atas, Polres Bantul belum bisa menerbitkan Surat Rekomendasi terhadap kegiatan tersebut dengan pertimbangan Kamtibmas di wilayah Kabupaten Bantul serta belum terpenuhinya ketentuan mengenai batas waktu pengajuan permohonan izin atau rekomendasi kegiatan masyarakat,” tandas Kapolres Bantul.
Tuntutan Tegas Panser Biru
Keputusan mendadak ini memantik reaksi keras dari kelompok suporter PSIS Semarang. Ribuan pendukung bahkan sudah berada di Bantul untuk mengawal langsung tim kesayangan mereka berlaga di kandang lawan.
Ketua Panser Biru, Kepareng, menyayangkan kelalaian administrasi panitia penyelenggara. Ia menilai Persiku Kudus pantas menerima sanksi tegas dari operator liga.
“Kami kecewa karena pertandingan tidak jadi. Ada sekitar 2.000 suporter sudah pesen tiket bus ke Bantul,” kata Kepareng saat dikonfirmasi, Ahad malam.
Ia mendesak pihak operator liga bertindak adil menindak ketidakmampuan tuan rumah dalam menggelar laga resmi.
“Kita tuntut Liga 1 [operator] untuk adil dan menghukum Kudus sesuai regulasi yaitu kalah WO [walk over]. Mereka terbukti tidak mengurus rekomendasi dan administrasinya juga tidak lengkap,” ungkap Wareng, sapaan akrabnya.
Konser Damai Snex di Citarum
Kelompok suporter Semarang Extreme (Snex) mengambil langkah berbeda dalam merespons situasi ini. Mereka merespons kekecewaan dengan langsung membatalkan perjalanan tandang ke Bantul demi menghindari potensi gesekan.
“Sebenarnya Snex sudah akan berangkat, kami sudah menyiapkan beberapa armada angkutan untuk ke Bantul. Tapi setelah mendengar pertandingan tanpa penonton, dengan berbagai pertimbangan kami memutuskan membatalkan keberangkatan away ke Bantul,” ungkap Fredy Candra di Stadion Citarum, Ahad (27/9/2026).
Sebagai ruang penyaluran rasa kecewa, Snex justru menggelar panggung hiburan musik di pelataran parkir Stadion Citarum pada Ahad sore. Langkah ini membuktikan kelompok suporter mampu menyikapi rasa kecewa secara bermartabat.
Sikap Panser Biru yang menempuh jalur regulasi dan Snex yang menggelar aksi damai menjadi pesan kuat bagi publik. Keduanya menunjukkan kedewasaan suporter menyikapi fakta PSIS vs Persiku batal, membuktikan bahwa kecintaan terhadap klub senantiasa sejalan dengan komitmen menjaga kedamaian tanpa tindakan anarkis.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.