Magis 90 Menit Snex PSIS Semarang, Napas Kedua di Tribun Jatidiri

5 Oktober 2026, 12:15 WIB • 3 menit baca
Kerumunan suporter Snex PSIS Semarang memadati kursi merah di tribun Stadion Jatidiri dengan latar belakang spanduk dukungan.
Ribuan pendukung setia PSIS Semarang, Snex, memadati tribun Stadion Jatidiri untuk memberikan dukungan tanpa henti kepada skuad Mahesa Jenar saat berlaga melawan FC Bekasi City.

SEMARANG, Jatengdata.com – Udara malam di Stadion Jatidiri, Semarang, pada Sabtu (3/10/2026) malam membara oleh gelombang semangat lautan manusia berbaju hitam. Selama 90 menit tanpa jeda, ribuan suporter Snex PSIS Semarang menolak diam. Mereka menyulap pita suara dan keringat menjadi energi murni. Para loyalis ini menghidupkan magis di atas tribun lewat nyanyian yang terus menggema. Gelegar suaranya membelah malam demi mengawal kebanggaan mereka, Mahesa Jenar.

Spanduk raksasa bertuliskan “SEMANGAT MEMBARA PSIS JADI JUARA” membentang gagah, mengapit loyalis dari berbagai usia yang berdiri merapatkan barisan. Di tribun ini, letih seakan kehilangan maknanya. Namun, orkestrasi dukungan yang begitu solid dari Snex PSIS Semarang ini nyatanya tidak lahir dari ruang hampa.

Ketua Umum Snex PSIS Semarang, Fredy Candra, membeberkan bahwa para pengurus telah menjalankan kerja keras dan konsolidasi matang di balik layar jauh sebelum peluit pertandingan berbunyi.

“Yang pastinya sebelum pertandingan kita adakan dulu rapat kepengurusan pusat termasuk teman-teman divisi antar-korwil. Kita harus memberikan informasi kalau nanti pertandingan kita harus seperti ini dan ini,” ujar Fredy kepada Jatengdata.com.

Evolusi Militansi yang Menepis Stigma Negatif

Lebih dari dua dekade berdiri, kelompok suporter ini tengah membuktikan sebuah evolusi besar. Publik dan anggota kini tidak lagi mengartikan militansi sebagai gesekan atau anarki.

Lewat forum kumpul mingguan bertajuk broadcastlab yang mengusung jargon sakral “Tut Wuri Handayani, Tut Wuri Hangiseni,” para pengurus tak lelah memberikan wawasan dan edukasi kepada akar rumput.

“Kita sudah tidak zamannya untuk berpikir negatif, tapi memasuki tentang hal-hal positif,” katanya menegaskan.

Para loyalis ini berhasil membuktikan perubahan cara pandang tersebut secara langsung di atas tribun. Mereka sukses menunjukkan bahwa suporter sejati bisa mengekspresikan kecintaan paripurna kepada klub lewat cara yang elegan, yakni menjadi bahan bakar mental yang pantang padam bagi para pemain di lapangan.

Tandukan Miftahul Hamdi dan Janji Setia di Medan

Dedikasi tak kenal lelah inilah yang pada akhirnya menjadi nyawa tambahan bagi armada Mahesa Jenar saat melakoni laga sengit melawan FC Bekasi City malam itu. Ketika laga memasuki fase kritis dan kaki pemain mulai terasa seberat timah, nyanyian tribun yang melengking sukses mengangkat kembali mental para punggawa.

Kerja keras suporter Snex PSIS Semarang akhirnya membuahkan hasil manis. Skuad Mahesa Jenar sukses memecah kebuntuan tepat pada menit ke-44 lewat tandukan mematikan Miftahul Hamdi, yang mengunci kemenangan dramatis 1-0 bagi tuan rumah.

Kemenangan ini tentu menjadi pijakan penting. Namun elemen Snex PSIS Semarang memastikan perjuangan mereka tidak berhenti di Stadion Jatidiri. Barisan suporter militan ini bersiap memberangkatkan 1 hingga 2 bus untuk mengawal laga tandang ke Medan pada 25 Oktober 2026 mendatang.

Militansi malam itu meninggalkan satu pesan kuat: barisan suporter sejati tak akan pernah membiarkan PSIS berjuang sendirian.

Kontributor: Imam Abu Maulana
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.