Hama Hilang Kantong Senang, Panen Bawang Merah Brebes Untung Besar Berkat Inovasi Dosen

9 April 2026, 10:12 WIB • 3 menit baca
Tim dosen dan petani memantau lahan panen bawang merah Brebes dalam penerapan teknologi smart farming IoT.
Tim akademisi memberikan pendampingan langsung kepada kelompok tani terkait inovasi smart farming berbasis IoT di lahan bawang merah Desa Sidamulya, Brebes. (Foto: Dok. Tim PKM)

PURWOKERTO, jatengdata.com – Serangan ulat malam hari tak lagi menjadi mimpi buruk yang menguras modal para petani. Berbekal teknologi lampu pintar dari kolaborasi akademisi, panen bawang merah Brebes kini tak hanya selamat dari gagal panen, tetapi juga siap mendatangkan cuan berlipat ganda menuju pasar modern.

Selama bertahun-tahun, ulat grayak bawang merah menjadi momok menakutkan bagi para petani. Hama rakus ini selalu menyerang pada malam hari. Akibatnya, produktivitas lahan terus menurun secara drastis dan merugikan kantong petani. Namun kini, secercah harapan muncul melalui inovasi Smart Solar Lighting (SSL) berbasis Internet of Things (IoT). Tim dosen Universitas Telkom Purwokerto dan Universitas Padjadjaran membawa teknologi ini langsung ke tengah lahan pertanian.

Inovasi ini tidak sekadar menerangi sawah saat gelap. Lampu pintar ini secara efektif mengusir hama sekaligus memangkas biaya operasional harian. Dengan demikian, kualitas hasil pertanian menjadi jauh lebih baik dan bebas dari pestisida kimia berlebih.

Melipatgandakan Hasil Pertanian

Penerapan teknologi canggih ini menjanjikan lonjakan ekonomi yang sangat signifikan. Sebelumnya, petani hanya bisa memanen bawang satu kali dalam setahun. Kini, mereka menargetkan panen bawang merah Brebes bisa terjadi hingga dua kali setahun. Peningkatan frekuensi ini jelas menjadi angin segar bagi perekonomian warga desa.

Infografik manfaat inovasi IoT pada panen bawang merah Brebes untuk mengatasi hama ulat grayak dan meningkatkan omzet petani.
Perbandingan tantangan pertanian tradisional dengan solusi smart farming IoT yang diproyeksikan sukses melipatgandakan hasil panen bawang merah Brebes. (Grafis: Jatengdata.com)

Tantangan terbesar di awal program adalah meyakinkan para petani tradisional. Sebagian besar dari mereka sama sekali belum terbiasa dengan gawai digital. Karena itu, tim akademisi harus turun langsung memberikan pendampingan secara intensif.

“Kalau alat ini bisa membantu petani mengendalikan ulat, meningkatkan hasil panen, dan memperkuat pemasaran bawang Brebes, barulah mereka percaya teknologi ini efektif,” ujar Ketua Tim PKM, M. Lukman Leksono.

Strategi Ampuh Naikkan Omzet

Uji coba tahap pertama berlangsung sukses di lahan seluas 600 meter persegi. Lahan percontohan ini merupakan ruang garapan Kelompok Tani Sido Makmur yang memiliki seratus anggota aktif. Melalui sensor pintar yang terhubung ke ponsel, mereka kini memantau suhu dan kelembapan tanah secara real-time. Keputusan bertani saat ini sepenuhnya berbasis data akurat.

Keberhasilan menekan hama secara otomatis mendongkrak kualitas hasil panen. Lebih lanjut, inovasi ini menjadi cara tingkatkan omzet petani yang paling rasional. Mereka kini bahkan mulai merambah produksi turunan seperti bawang goreng premium. Pelatihan digital marketing juga melengkapi bekal para petani untuk bersaing di pasar modern.

“Dengan sistem smart farming ini, omzet petani diperkirakan bisa naik 40–50 persen dalam 2–3 tahun ke depan. Ini wujud nyata ekonomi hijau di sektor pertanian,” tambah Lukman memproyeksikan keuntungan ekonomi ke depan.

Kepala Desa Sidamulya sangat mengapresiasi terobosan bernilai ekonomi tinggi ini. Ia berharap teknologi ini segera menyebar luas ke seluruh penjuru wilayahnya demi kesejahteraan warganya. “Kami berharap teknologi ini bisa diperluas, sehingga Sidamulya menjadi contoh pertanian ramah lingkungan yang mendukung misi ketahanan pangan nasional,” ujar Kepala Desa Sidamulya.

Editor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Sumber: Rilis Resmi Universitas Telkom Purwokerto
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.