FPP Undip dan UNS Gagas Solusi Pertanian Berkelanjutan di ICSAE 2026

1 Oktober 2026, 10:00 WIB • 2 menit baca
Delegasi FPP Undip dan UNS berfoto bersama pada pembukaan konferensi internasional ICSAE 2026 di Surakarta untuk merumuskan inovasi pertanian berkelanjutan.
Para akademisi dan delegasi dari FPP Undip serta UNS berfoto bersama pada ajang The 13th International Conference on Sustainable Agriculture and Environment (ICSAE-13) di UNS Tower, Surakarta. Sinergi institusi pendidikan tinggi ini ditujukan untuk mengkaji inovasi pertanian berkelanjutan demi menjaga ketahanan pangan global.

SURAKARTA, Jatengdata.com – Ancaman krisis pangan dan iklim global mendesak para akademisi untuk melahirkan tindakan nyata. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) berkolaborasi merumuskan inovasi pertanian berkelanjutan demi ketahanan pangan melalui konferensi internasional ICSAE 2026 di Surakarta.

Konferensi ICSAE 2026 ini berlangsung secara hibrida pada 24 hingga 25 September 2026. Panitia memusatkan agenda luring di UNS Tower dan mewadahi 179 peserta daring via Zoom Meeting. Acara ini mempertemukan ratusan ilmuwan lintas negara.

Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip melalui program World Class University menggandeng Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Biodiversitas (P3BB) UNS sebagai mitra strategis untuk mewujudkan inovasi pertanian tersebut.

Sinergi untuk Ketahanan Pangan

Kolaborasi dua kampus besar ini membuktikan keseriusan dunia pendidikan Indonesia terhadap isu ketahanan pangan. Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., menegaskan pentingnya konferensi ICSAE 2026 ini sebagai langkah konkret.

“Kolaborasi erat antara UNS dan Undip dalam penyelenggaraan ICSAE-13 ini membuktikan komitmen kuat institusi pendidikan tinggi di Indonesia dalam menjawab tantangan global, khususnya dalam merumuskan solusi dan inovasi untuk pertanian berkelanjutan serta kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Senada dengan Rektor UNS, Dekan FPP Undip, Prof. Sugiharto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., menekankan pentingnya pertukaran ilmu lintas batas. Ia menilai kolaborasi antaruniversitas ini sangat krusial untuk menciptakan ekosistem inovasi pertanian berkelanjutan yang tangguh.

“Kami sangat bangga Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip dapat berkolaborasi untuk menyukseskan acara ini. Melalui pertukaran ilmu lintas negara di ICSAE-13 kami berharap akan lahir gagasan-gagasan presisi dan teknologi tepat guna yang mampu menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Penyebarluasan Inovasi Pertanian

Para peserta mengikuti hari pertama pelaksanaan ICSAE 2026 dengan sangat antusias. Panitia memulai rangkaian acara dari upacara pembukaan hingga sesi presentasi paralel tematik.

Panitia juga menyiarkan presentasi pembicara undangan secara langsung melalui saluran YouTube resmi ICSAE Network guna memperluas transfer pengetahuan. Langkah inovatif ini memastikan masyarakat luas bisa mengakses informasi berharga seputar pertanian berkelanjutan.

Semua pihak berharap konferensi internasional ICSAE 2026 ini mampu menjadi ujung tombak bagi para peneliti. Para akademisi sepakat bahwa masyarakat perlu mengadopsi dan menyebarluaskan inovasi pertanian berkelanjutan demi mewujudkan kesejahteraan dan ketahanan pangan di masa depan.

Kontributor: Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.