Loncatan Fantastis Kafilah Jateng, dari Peringkat 16 Jadi Runner Up MTQ Nasional 2026
SEMARANG, Jatengdata.com – Kafilah Jawa Tengah mencetak lompatan prestasi luar biasa dengan berhasil menjadi runner up MTQ Nasional 2026, naik drastis dari peringkat 16 pada edisi sebelumnya.
Capaian membanggakan ini sekaligus melengkapi kesuksesan Provinsi Jawa Tengah sebagai tuan rumah. Penutupan ajang kompetisi Al-Qur’an ini sendiri berlangsung meriah di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, pada Sabtu malam (19/9/2026).
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa loncatan prestasi Kafilah Jateng ini bukan sebuah kebetulan semata.
“Alhamdulillah hari ini Jawa Tengah sukses dari peringkat 16 menjadi peringkat dua nasional. Ini usaha yang luar biasa sekali,” kata Gubernur Ahmad Luthfi, seusai penutupan acara.
Persiapan Matang Kafilah Jateng
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama tim pelatih telah menggelar persiapan intensif jauh hari sebelum kompetisi bermula. Para peserta mengikuti pemusatan latihan hingga pendalaman materi secara ketat.
Langkah ini bertujuan agar Jawa Tengah tidak sekadar sukses menyelenggarakan acara. Tuan rumah juga menargetkan prestasi maksimal bagi para kafilahnya untuk merebut posisi unner up MTQ Nasional 2026.
“Jadi kemarin kafilah Jawa Tengah sudah kita drill, kita asramakan, kita latih, kita kasih materi karena kita serius menyiapkan agar sukses,” ujarnya.
Luthfi juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan seluruh panitia lintas wilayah. Kolaborasi kuat antara Pemprov, Pemkot Semarang, serta kabupaten/kota lain membuat acara ini berjalan prima.
Apresiasi Khusus Menteri Agama
Menteri Agama Nasaruddin Umar turut memuji loncatan prestasi Kafilah Jateng. Ia menilai pembinaan peserta berjalan sangat efektif dan membuahkan hasil nyata.
“Ini suatu bukti bahwa di mana ada usaha di situ pasti ada hasil, di mana ada perjuangan di situ ada janji yang sangat disimpan,” kata Nasaruddin.
Nasaruddin menilai pelaksanaan MTQ Nasional 2026 berjalan sangat lancar tanpa persoalan dewan hakim. Ia bahkan menyoroti inovasi baru seperti penggunaan teknologi informasi pada kategori kaligrafi.
Menutup perhelatan, Nasaruddin berharap LPTQ Jawa Tengah terus mempertahankan tren positif ini. Ia optimistis karena Jawa Tengah memiliki basis pondok pesantren yang menyimpan potensi juara MTQ Nasional di masa depan.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.