Karantina Berbulan-bulan, Tangis Tiga Gadis Aceh Pecah di Final MTQ Nasional 2026

18 September 2026, 21:42 WIB • 2 menit baca
Dua srikandi putri Kafilah Aceh saling berpelukan erat sambil menangis bahagia setelah berhasil menjadi Juara Fahmil Quran di MTQ Nasional 2026 Semarang.
Luapan emosi dan tangis haru srikandi muda regu putri Kafilah Aceh yang saling berpelukan usai memastikan diri sebagai Juara Pertama cabang Fahmil Quran pada ajang MTQ Nasional XXXI 2026 di Audit Kampus 3 UIN Walisongo, Semarang, Jumat (18/9/2026). (foto; Adib Abyan).

SEMARANG, Jatengdata.com – Tawa bahagia berbalut tangis haru langsung pecah di sudut ruangan Audit Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Dua gadis berhijab hitam saling berpelukan erat meluapkan segala ketegangan yang selama ini mengurung dada mereka. Momen emosional pada Jumat (18/9) siang tadi menjadi saksi keberhasilan tim putri kafilah Aceh tampil sebagai juara Fahmil Quran pada ajang MTQ Nasional 2026.

Menilik ke belakang, prestasi memukau ini sama sekali bukan sebuah kebetulan. Tiga srikandi muda Aceh, yakni Azka Dara Maulidya, Kayyisa Farras, dan Izza Mushviya, harus menempuh jalan terjal. Mereka merelakan masa remajanya demi mengukir sejarah baru MTQ di kancah nasional.

Selama berbulan-bulan, ketiga pelajar berprestasi ini mengkarantina diri secara ketat. Sejak bulan Mei, mereka menghabiskan waktu delapan hari setiap bulannya untuk pemusatan latihan. Latihan intensif ini menempa mental dan kekompakan tim secara konsisten sebelum bertolak ke arena kompetisi.

Menaklukkan Tekanan Panggung Final

Memasuki arena penentuan, atmosfer kompetisi berubah sangat mencekam. Para srikandi muda Aceh ini harus berhadapan dengan rival tangguh dari penjuru Tanah Air. Tekanan psikologis menyerang para peserta dari berbagai sudut panggung perlombaan.

Mereka mengakui beratnya beban mental saat bersaing memperebutkan gelar tertinggi. “Ya pasti, pastinya mental dan lawan juga,” ujar mereka saat mengenang ketegangan luar biasa di arena perlombaan.

Namun, keteguhan jiwa ketiga gadis ini terbukti tak tergoyahkan. Mereka sukses menjawab rentetan pertanyaan dewan hakim secara meyakinkan dan mengumpulkan skor telak 1505.

Ketenangan mereka menyapu bersih keraguan sekaligus menundukkan perlawanan para pesaingnya.

Luapan Syukur dan Bangga

Mendengar kepastian kemenangan tersebut, rasa haru langsung menyelimuti seluruh kontingen. Dr. Misran Fuadi, S.Ag., M.AP., selaku Ketua Kafilah Aceh, tak sanggup menyembunyikan kebanggaannya melihat kegigihan anak-anak asuhnya.

“Ini benar-benar hari ini terharu dan merasa bahagia sekali,” ungkap Dr. Misran Fuadi.

Ia menyaksikan langsung bagaimana grafik semangat srikandi muda ini terus melonjak tajam. Perjuangan melelahkan berbulan-bulan itu akhirnya terbayar lunas dengan senyum kepuasan di bibir mereka.

“Alhamdulillah sangat puas pastinya,” ucap mereka melegakan napas panjang.

Keberhasilan mutlak tim putri kafilah Aceh sebagai juara Fahmil Quran ini meninggalkan pesan mendalam bagi generasi muda. Konsistensi latihan, dukungan moral, dan ketangguhan mental menjadi kunci pembuka gerbang kemenangan.

Tiga srikandi tangguh ini membuktikan bahwa tetes peluh selama karantina panjang tidak akan pernah mengkhianati manisnya hasil akhir.

Kontributor: Adib Abyan
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.