Di Depan Bahlil, Ahmad Luthfi Bongkar Strategi Hapus Sekat Partai demi Pembangunan Jawa Tengah

6 September 2026, 14:09 WIB • 3 menit baca
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (kanan, mengenakan kemeja batik) bersalaman hangat dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia (kiri, mengenakan jas kuning partai dan blangkon) dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah di Sukoharjo, menandai kuatnya kolaborasi lintas partai.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (kanan) disambut hangat dan bersalaman dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia (kiri) saat menghadiri Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah di Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026).. (Foto: Humas Pemprov).

SEMARANG, Jatengdata.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengambil langkah strategis dengan menghapus ego sektoral politik demi memacu pembangunan Jawa Tengah dan menarik masuknya ratusan triliun nilai investasi.

Taktik collaborative government ini ia paparkan secara terbuka di hadapan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, sebagai bukti bahwa sinergi lintas partai merupakan kunci utama menjaga laju pertumbuhan ekonomi daerah di atas rata-rata nasional.

Penegasan komitmen kolaborasi tersebut mencuat saat Ahmad Luthfi menghadiri Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026). Ia menekankan bahwa kekuatan legislatif dan pemerintah harus menyatu dalam satu barisan ketika menyangkut kepentingan masyarakat.

“Semua anggota DPRD tidak lagi kita bedakan partainya ketika bicara pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Langkah Ahmad Luthfi tidak sekadar berhenti di tingkat provinsi. Ia turut merangkul tokoh-tokoh nasional melalui pembentukan Forum Senayan guna mendongkrak perekonomian daerah di tengah tantangan fiskal yang terbatas.

“Tidak cukup itu, kita juga buat Forum Senayan, kita tarik anggota DPR dari dapil Jawa Tengah untuk berkontribusi membangun daerah. Juga menteri-menteri asal Jawa Tengah kami gandeng,” jelasnya.

Investasi Jateng Tembus Ratusan Triliun

Taktik meruntuhkan sekat partai ini terbukti secara riil mendatangkan modal besar bagi daerah. Arus investasi Jateng sepanjang tahun 2025 sukses mencetak angka Rp 110 triliun, dan langsung disusul oleh capaian investasi baru senilai Rp 59,9 triliun pada semester pertama 2026.

“Ini membuktikan bahwa di tengah tekanan fiskal dan keterbatasan fiskal, lalu kondisi geopolitik dunia, Jawa Tengah mampu mendatangkan investasi,” katanya.

Model kolaborasi yang digagas tersebut memantik respons positif dari pimpinan partai tingkat nasional. Bahlil Lahadalia menyoroti posisi strategis Jawa Tengah sebagai poros Indonesia dan langsung menginstruksikan seluruh kadernya untuk mengawal penuh program pemerintah provinsi.

“Saya titipkan Golkar Jawa Tengah kepada Pak Gubernur Luthfi sebagai salah satu tokoh nasional yang ada di Jawa Tengah. Saya titipkan warna kuning kepada Gubernur, Golkar akan menjadi garda terdepan untuk mendukung dan menjaga Jawa Tengah,” kata Bahlil.

Dukungan Stabilitas Politik Daerah

Keharmonisan iklim politik ini juga mendapatkan pengakuan dari Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Muhammad Saleh. Ia memandang stabilitas hubungan antarpartai menjadi modal berharga bagi percepatan kesejahteraan dan penurunan angka kemiskinan di daerah.

“Jawa Tengah memiliki kebersamaan yang tinggi sebagai modal membangun provinsi. Antarpartai hubungannya akur dan tidak ada gontok-gontokan,” katanya.

Pencapaian Ahmad Luthfi dalam mengelola stabilitas politik yang berujung pada tingginya investasi dan menurunnya angka pengangguran mengukuhkan efektivitas strategi ini. Sinergi yang harmonis lintas elemen tersebut memastikan roda pembangunan Jawa Tengah terus berputar kencang demi kesejahteraan masyarakat luas.

Kontributor: Raihan Dwi Azile Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.