Program KKN UIN Walisongo Ubah Cara Anak Desa Tangkis Kelola Sampah

1 September 2026, 14:06 WIB • 3 menit baca
Mahasiswa KKN UIN Walisongo memberikan presentasi edukasi kelola sampah kepada siswa MI Raudlatul Ulum Demak.
ahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo memandu jalannya presentasi edukasi kelola sampah di hadapan siswa MI Raudlatul Ulum, Desa Tangkis, Kabupaten Demak, Kamis (27/8/2026).

DEMAK, Jatengdata.com – Kuliah Kerja Nyata (KKN) sering kali dipandang sebatas syarat kelulusan akademik oleh sebagian orang. Namun, esensi program KKN terealisasi nyata di ruang kelas MI Raudlatul Ulum, Desa Tangkis, Kecamatan Guntur, Demak. Mahasiswa UIN Walisongo Semarang menggelar edukasi lingkungan yang mengubah cara siswa memandang tata cara kelola sampah melalui metode bermain pada Kamis (27/8/2026).

Persoalan limbah yang berserakan masih menjadi krisis nyata di berbagai daerah hingga saat ini. Mengurai benang kusut tata kelola sampah ini jelas membutuhkan langkah preventif langsung dari akar rumput. Merespons tantangan tersebut, mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 82 UIN Walisongo mengambil peran strategis dengan menghadirkan edukasi lingkungan sejak dini guna mencetak generasi sadar ekologi.

Liling Lailatus Suluk dan Muhammad Syarifudin Hidayat berdiri di depan kelas membawa misi penting untuk membuka wawasan siswa. Keduanya membongkar pemahaman dasar tentang berbagai jenis limbah beserta dampak buruknya terhadap ekosistem.

Mahasiswa KKN ini juga menanamkan konsep reduce, reuse, dan recycle (3R) ke dalam benak siswa-siswi kelas IV, V, dan VI. Hal ini sebagai pijakan awal agar mereka tidak lagi membuang sampah sembarangan.

“Melalui kegiatan edukasi ini, kami mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Posko 82 ingin mengenalkan kepada siswa pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Salah satunya melalui perilaku membuang sampah pada tempatnya. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berhenti dalam kegiatan ini, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah,” Ujar Liling Lailatus Suluk selaku pemateri edukasi.

Simulasi Edukasi Kelola Sampah yang Interaktif

Bukti nyata mengenai cara kelola sampah yang baik langsung dipraktikkan agar materi lebih mudah diserap oleh para siswa. Mahasiswa UIN Walisongo menyulap kardus sederhana menjadi tiga tempat penampungan tiruan yang masing-masing mewakili kategori limbah organik, anorganik, dan bahan berbahaya beracun (B3). Anak-anak pun berhamburan secara proaktif berlomba meletakkan limbah tiruan ke wadah yang tepat secara berkelompok.

Liling tampil begitu luwes dan interaktif memandu presentasi mereka di depan kelas. Interaksi dua arah membuat suasana belajar terasa sangat hidup dan jauh dari kata membosankan.

Para siswa berdiskusi seru mencari tahu ke mana sebuah bungkus plastik atau sisa makanan harus berlabuh sesuai dengan kategori yang baru saja mereka pelajari.

“Wah acaranya seru banget. Aku jadi tahu mana sampah yang organik dan sampah yang sangat beracun dan berbahaya. Seru juga tadi acaranya ada games dan hadiahnya,” ujar Naufal siswa kelas VI MI Raudlatul Ulum.

Wajah sumringah Naufal menjadi bukti lurus bahwa nilai pengabdian dari program KKN benar-benar menyentuh sasarannya. Mengajari cara kelola sampah melalui pendekatan menyenangkan efektif membuka jalan bagi kebiasaan baru yang positif.

Langkah terukur dalam bidang edukasi lingkungan ini membuktikan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat mampu menanamkan kepedulian ekologi yang akan terus tumbuh bersama generasi penerus bangsa.

Kontributor: Tim KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Posko 82
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.