Rahasia Cara Memilah Sampah Sederhana, Aksi Nyata Siswa SD Soronalan Selamatkan Bumi

25 Agustus 2026, 12:49 WIB • 2 menit baca
Mahasiswa KKN UIN Walisongo memandu siswa SD Soronalan 01 mempraktikkan cara memilah sampah organik dan anorganik dalam kegiatan edukasi lingkungan anak yang interaktif.
Antusiasme siswa SD Soronalan 01 Magelang merespons kuis interaktif edukasi lingkungan anak. Mahasiswa KKN UIN Walisongo menghadirkan metode visual yang menyenangkan untuk mengajarkan cara memilah sampah organik dan anorganik sejak dini.

MAGELANG, Jatengdata.com – Tawa riang memecah keheningan ruang kelas berdinding biru muda saat layar proyektor menampilkan animasi hijau berseri. Belasan pasang mata siswa SD Soronalan 01 Magelang berbinar antusias ketika tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo menyajikan panduan cara memilah sampah.

Mengajarkan edukasi lingkungan kepada anak-anak tentu membutuhkan pendekatan visual yang memikat. Oleh karena itu, mahasiswa merancang materi presentasi secara khusus untuk membedah tuntas jenis-jenis sisa buangan. Tim KKN mengajak siswa mengenali sampah organik yang mudah membusuk secara alami, seperti kulit buah, sisa sayuran, daun kering, dan sisa makanan harian.

Sementara itu, mereka juga membimbing para siswa mengidentifikasi material buatan yang sulit terurai. Contoh material anorganik ini meliputi styrofoam, botol plastik, kaleng bekas, hingga pecahan kaca. Memahami perbedaan karakteristik dua jenis material tersebut merupakan langkah paling krusial ketika masyarakat mempraktikkan cara memilah sampah sehari-hari.

Selain pengenalan materi, mahasiswa secara gamblang membeberkan dampak buruk ketika warga membiarkan sampah menumpuk. Lingkungan yang kotor bisa memicu sarang nyamuk penyebar penyakit, pencemaran tanah, hingga banjir yang merusak kenyamanan belajar dan bermain.

Selanjutnya, mahasiswa langsung memberikan solusi nyata untuk mengatasi ancaman tersebut melalui penerapan prinsip 3R, yakni Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (daur ulang).

Cara Memilah Sampah Lewat Inovasi Galon Bekas

Dalam mengaplikasikan konsep Reuse secara nyata, tim KKN menghadirkan inovasi cerdas memanfaatkan galon bekas. Mereka menyulap wadah tak terpakai tersebut menjadi tempat penampungan sampah organik dan anorganik yang fungsional. Pemanfaatan barang bekas ini mempermudah siswa mempraktikkan langsung teori pemilahan yang baru saja mereka pelajari.

Tentu saja, langkah edukatif berkelanjutan ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah dasar setempat. Plt. Kepala SD Soronalan 01, Safrudin, mengapresiasi inovasi para mahasiswa KKN tersebut.

“Saya percaya mahasiswa pasti memiliki niat baik dan apa yang dilakukan pasti memberikan manfaat,” ujar Bapak Safrudin.

Menerapkan cara memilah sampah sejak bangku sekolah terbukti membentuk karakter peduli kelestarian lingkungan yang sangat kuat. Kebiasaan kecil memisahkan sisa organik dan anorganik dari rumah maupun sekolah bertindak sebagai benteng utama menjaga ekosistem alam tetap bersih bagi generasi mendatang.

Kontributor: KKN UIN Walisongo Semarang Posko 7
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.