Petaka Tarik Jangkar, Nelayan Tenggelam di Laut Jepara Disisir Basarnas
JEPARA, Jatengdata.com – Nasib nahas menimpa Sakim (65). Nelayan asal Indramayu ini hilang tenggelam di Perairan Lemah Abang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara. Gelombang tinggi menghempaskan pria paruh baya tersebut ke laut pada Sabtu (29/08/2026) malam. Insiden memilukan ini langsung memicu Basarnas Kantor SAR Semarang dan tim SAR gabungan menggelar operasi pencarian intensif.
Tragedi bermula ketika korban bersama dua rekannya berangkat dari pantai Desa Bandungharjo pada pukul 15.00 WIB. Ketiga pelaut ini berlayar menggunakan perahu berukuran 4 GT. Mereka mencari cumi-cumi hingga jarak 20 mil arah barat Pantai Lemah Abang.
Cuaca perairan mulai tidak bersahabat seiring ombak yang semakin meninggi saat waktu menunjukkan pukul 21.00 WIB. Situasi berisiko ini mendorong ketiga pelaut menyudahi tangkapan dan menarik jangkar.
Sayangnya, gelombang besar menghantam tepat saat proses penarikan berlangsung. Hantaman ini membuat Sakim terpental ke laut, menambah catatan kasus nelayan tenggelam di Laut Jepara.
Hanyut Terbawa Arus Kuat
Dua rekan korban di lokasi secara spontan berupaya memberikan pertolongan. Mereka berusaha menyelamatkan korban di tengah kondisi cuaca maritim yang terus memburuk.
“Dua nelayan lainnya yang berada di lokasi secara spontan berusaha memberikan pertolongan. Namun, kondisi gelombang yang cukup besar menyebabkan korban hanyut dan akhirnya hilang terbawa arus,” ungkap Budiono Kepala Kantor SAR Semarang.
Rekan korban kemudian mengarahkan perahu bersandar kembali di Dermaga Lemah Abang. Mereka langsung melaporkan kejadian kepada pengurus setempat guna meminta bantuan resmi.
“Setelah kapal berhasil bersandar di Dermaga Lemah Abang, kedua nelayan tersebut kemudian melaporkan kejadian kepada pengurus setempat. Laporan tersebut selanjutnya diteruskan ke Pos Jepara untuk dilakukan pencarian dan pertolongan terhadap korban,” lanjutnya.
Penyisiran Area Menggunakan Armada RIB
Kantor SAR Semarang merespons laporan tersebut dengan menerjunkan personel Pos SAR Jepara beserta tim SAR gabungan. Tim penyelamat memulai proses penyisiran menggunakan armada Rigid Inflatable Boat (RIB) sejak Senin (31/08/2026).
Luasnya area pencarian cukup menyulitkan tim dalam melaksanakan rencana operasi SAR. Budiono memaparkan progres terkini di lapangan saat memberikan keterangan pada Selasa (1/9/2026).
“Tim telah melakukan penyisiran menggunakan RIB sesuai dengan area pencarian yang telah ditentukan. Namun sampai dengan Senin sore pukul 17.00 WIB kemarin, korban masih belum ditemukan. Hari ini cuaca cerah, semoga tim diberi kelancaran dan survivor lekas ditemukan,” kata Budiono.
Tim SAR gabungan berkomitmen terus bersiaga dan memaksimalkan armada yang ada. Petugas berharap cuaca cerah hari ini mampu mempercepat penuntasan misi evakuasi nelayan tenggelam di Laut Jepara tersebut.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.