Sivitas Akademika Dukung Penuh Plt Rektor Unsoed Pulihkan Marwah Kampus Pasca Kasus Korupsi
BANYUMAS, Jatengdata.com – Penunjukan Prof. Ali Rokhman sebagai Plt Rektor Unsoed oleh Kemendiktisaintek mendapat sambutan amat positif. Juru Bicara Unsoed, Dr. Edi Santoso, M.Si, mewakili sivitas akademika menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan tersebut.
Dalam keterangannya secara eksklusif kepada Jatengdata.com, Rabu (26/8/2026) pagi ini, pihaknya mendukung penuh langkah strategis kementerian menyelamatkan operasional universitas pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Rektor Unsoed, Prof. Akhmad Sodik.
“Kami menyambut baik apapun keputusan kementrian. Apalagi Prof Ali ini putra kandung Unsoed. Beliau ini alumni Unsoed dan rekam jejaknya juga baik,” kata Edi.
Sosok Plt Rektor Unsoed Prof. Ali Rokhman memang amat lekat dengan almamaternya. Pria kelahiran Brebes tahun 1967 ini menyelesaikan studi sarjana murni di FISIP kampus setempat. Ia lalu melanjutkan pendidikan magister di Universitas Brawijaya Malang. Gelar doktor berhasil ia rengkuh dari Asahi University Jepang. Riwayat pendidikan mentereng ini sangat memperkuat kapasitasnya memimpin perguruan tinggi.
Menurut Edi, kementerian pusat tentu memiliki alasan kuat memilih figur tersebut. Keputusan strategis penunjukan pimpinan ini sepenuhnya menjadi wewenang penuh pemerintah.
“Tentang kenapa Prof Ali, tentu kita tidak tahu persis. Itu sepenuhnya kewenangan kementerian. Beliau adalah salah satu kontestan dalam Pilrek (Pilihan Rektor, Red.) kemarin,” ujar Edi yang juga merupakan Kepala Departemen Ilmu Komunikasi, FISIP Unsoed.
Tugas Krusial Transisi Kampus
Tugas amat krusial kini membebani pundak Plt Rektor Unsoed. Menteri memberikan mandat khusus untuk segera menstabilkan operasional pendidikan. Langkah penyelamatan birokrasi kampus ini tidak boleh tertunda sama sekali.
“Beliau mendapat tugas dari Pak Menteri, dalam waktu yang sesingkatnya segera memulihkan keadaan di Unsoed,” tegas Edi.
Selain agenda pemulihan, pejabat baru ini wajib menyiapkan transisi kepemimpinan definitif. Proses demokrasi kampus ke depan wajib berjalan transparan tanpa celah korupsi.
“Beliau ditugaskan juga untuk mengawal pemilihan rektor secapat-cepatnya dalam waktu 6 bulan dan selambat-lambatnya 1 tahun ke depan,” tambah Edi.

Refleksi dan Janji Transparansi
Dukungan ini sangat selaras dengan aksi keprihatinan sivitas akademika pada Senin (24/8/2026). Saat itu, sang Plt Rektor menyampaikan pernyataan sikap resmi pimpinan universitas. Selain Plt Rektor, pernyataan itu juga mendapat tanda tangan Ketua Senat Unsoed Prof. Mas Yedi Sumaryadi.
“Menanggapi fenomena yang sedang terjadi, kita harus menyadari bahwa Unsoed adalah rumah kita bersama. Luka yang melanda Unsoed hari ini adalah luka kita bersama pula,” ucap Prof. Ali secara lantang.
Pimpinan kampus menjadikan momen krisis ini sebagai kesempatan krusial untuk berefleksi. “Kami sebagai bagian dari pimpinan universitas mengambil momen ini sebagai kesempatan untuk berefleksi. Evaluasi menyeluruh atas tata kelola lembaga akan terus kami lakukan,” tegasnya.
Manajemen kampus kini berkomitmen penuh merombak sistem penerimaan mahasiswa baru. Pimpinan memastikan seluruh tahapan operasional berjalan transparan dan terbebas dari praktik nepotisme. Rektorat juga sepakat tidak melakukan intervensi terhadap penyelidikan hukum yang sedang berjalan.
Rektorat berjanji segera membuka kanal pengaduan rahasia bagi seluruh warga kampus. Mereka akan memperketat fungsi pengawasan melalui Satuan Pengawasan Internal (SPI).
Seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa kini bersatu padu menjaga marwah institusi. Mereka siap mengawal perbaikan sistem akademik ini hingga tuntas.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.