Dari Drone Pertanian hingga Sapi Perah, Ini Gebrakan Baru Luthfi Bersama Iran

22 Juli 2026, 18:54 WIB • 2 menit baca
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tersenyum akrab saat berdiskusi dengan Duta Besar Iran Mohammad Boroujerdi dalam pertemuan bilateral di Semarang.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (kanan) dan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi (kiri) berdiskusi hangat saat membahas rencana alih teknologi pertanian dan pembentukan Sister City di Kantor Gubernur, Semarang, Rabu (22/7/2026).

SEMARANG, Jatengdata.com – Pertanian konvensional di Jawa Tengah perlahan bersiap menyambut kecanggihan teknologi mutakhir. Dalam pertemuan tertutupnya dengan perwakilan Republik Islam Iran, Gubernur Ahmad Luthfi tak sekadar membahas investasi biasa. Ia justru membidik transfer teknologi ekstrem—mulai dari drone pertanian pembajak sawah hingga manajemen ternak berskala internasional.

Ahmad Luthfi memunculkan langkah progresif ini saat ia menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. Pertemuan di Kantor Gubernur pada Rabu (22/7/2026) tersebut membuka lembaran baru diplomasi tingkat daerah yang berfokus pada kemandirian teknologi.

Incar Lompatan Produksi Susu 30 Liter

Saat ini, sapi perah lokal di Jawa Tengah hanya memproduksi susu sekitar 10 hingga 15 liter per ekor setiap harinya. Ketertinggalan ini menjadi sorotan utama pemerintah provinsi. Iran, dengan rekam jejak riset terapan mereka di bidang agrikultur, memiliki sistem unggul yang mampu mendongkrak angka tersebut hingga menembus 30 liter per hari.

“Kalau teknologi mereka lebih maju dan bisa diterapkan di Jawa Tengah, tentu akan meningkatkan produktivitas masyarakat. Itu yang ingin kita pelajari bersama,” tegas Ahmad Luthfi.

Selain urusan peternakan, pemanfaatan drone khusus pertanian turut menjadi daya tarik utama dalam negosiasi tersebut. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan teknologi tanpa awak ini untuk memangkas biaya operasional petani, mempercepat pemetaan lahan, sekaligus mengoptimalkan masa panen warga.

Perluas Investasi Hijau dan ‘Sister City’

Transformasi teknologi ini berjalan beriringan dengan ambisi Ahmad Luthfi memperluas portofolio investasi asing. Sepanjang 2022 hingga awal 2026, modal Iran baru menyentuh Rp 612 juta saat masuk ke Jawa Tengah. Para investor asing juga masih memutar mayoritas dana tersebut secara eksklusif pada industri mebel dan ukir kayu di Jepara.

“Ke depan kami ingin kerja sama ini berkembang ke sektor-sektor lain yang lebih strategis,” jelas Gubernur Luthfi, merujuk pada potensi pengembangan energi hijau, pengolahan sampah modern (waste to RDF), hingga rumah sakit ramah lingkungan.

Melengkapi visi strategis tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan delegasi Iran mulai membahas serius rencana pembentukan sister city (kota kembar) antara Semarang dan Kota Yazd. Kesamaan nilai budaya dan besarnya populasi muslim di Jawa Tengah menjadi modal kuat untuk mempererat kolaborasi ini.

Duta Besar Mohammad Boroujerdi menyambut hangat manuver Pemprov Jateng dan berjanji segera membawa agenda ini ke pemerintah pusat Iran.

“Kini saatnya memperkuat kerja sama ekonomi,” ungkap Boroujerdi optimis.

Ahmad Luthfi berharap langkah inovatif ini segera keluar dari ruang diskusi menjadi aksi nyata. Manuver strategis ini akan membawa angin segar bagi modernisasi para petani dan peternak di seluruh pelosok Jawa Tengah.

Kontributor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.