Jual Minyak Jelantah Kini Dibayar Rp7.000 per Liter, Ini Caranya!
SEMARANG – Ibu rumah tangga di wilayah Jawa Tengah kini tidak perlu lagi kebingungan membuang sisa penggorengan. Mereka bisa jual minyak jelantah tersebut hingga menghasilkan uang tunai digital hingga Rp7.000 per liter melalui program ekonomi sirkular terbaru.
Program peluncuran Gerakan Minyak Jelantah Jadi Rupiah ini membawa angin segar bagi perekonomian rumah tangga. PT BioSirkular Inovasi Indonesia bersama Tim Penggerak PKK Jawa Tengah menetapkan harga beli kompetitif bagi warga yang jual minyak jelantah kepada pengepul resmi di desa.
Warga penyetor akan menerima hak tunai Rp5.000 secara langsung. Sementara itu, sisa Rp2.000 akan mengalir masuk ke kas PKK desa sebagai dana operasional kegiatan.
Operator di tingkat kecamatan akan menjemput minyak bekas yang warga kumpulkan di titik-titik kelurahan. Proses konversi hasil penjualan berjalan transparan melalui sistem pencatatan digital. Aplikasi khusus ini memungkinkan masyarakat memantau hasil penjualan limbah mereka secara seketika (real-time).
Jaringan Pengumpul Masif di Jawa Tengah
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I., menyoroti peran vital kaum ibu dalam menyukseskan program sirkular ini. Mereka memegang kendali utama di dapur keluarga sehari-hari.
“Keberhasilan pengelolaan limbah minyak jelantah ini sangat bergantung sekali pada kesadaran dan partisipasi keluarga, terutama para ibu sebagai pengelola rumah tangga,” tegas Nawal saat peluncuran program di Wisma Perdamaian Semarang, Jumat (17/7/2026).
Kader desa tentu tidak bekerja sendirian dalam menjalankan gerakan masif ini. Pemerintah menargetkan perluasan jangkauan edukasi dan titik pengumpulan hingga ke pelosok wilayah pedesaan.
“Bukan hanya PKK, nanti kita juga melibatkan Posyandu yang jumlahnya 49.149 lembaga. Ini merupakan potensi yang luar biasa untuk kita bisa membentuk ekonomi sirkular di Jawa Tengah,” beber Nawal.
Kolaborasi Menuju Energi Bersih
Pemanfaatan kembali sisa penggorengan ini bukan sekadar urusan uang semata. Limbah hitam yang dulunya mengancam kesehatan dan mencemari ekosistem kini berubah menjadi bahan baku berharga. Pertamina Cilacap bahkan telah memanfaatkannya sebagai bahan baku utama pembuatan Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur pesawat terbang.
Direktur PT BioSirkular Inovasi Indonesia, Dicka Dwi Candra, menyambut optimis langkah nyata lintas sektoral ini. Dia meyakini pergerakan warga dari akar rumput mampu memberikan dampak perbaikan lingkungan jangka panjang.
“Melalui program ini kita harap ekonomi sirkular berbasis rumah tangga akan aktif kembali dan menjadi penggerak untuk pembangunan keberlanjutan,” kata Dicka.
Guna melengkapi ekosistem tersebut, TP PKK Jawa Tengah juga resmi menggandeng PT Pegadaian Kanwil XI Semarang. Kerja sama strategis ini membuka peluang baru dan menguntungkan bagi masyarakat. Kini, warga tidak hanya mendapat uang tunai saat jual minyak jelantah, tetapi juga memiliki opsi untuk menukarkan limbah tersebut langsung menjadi saldo tabungan emas.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.