Waspada! Air Tenang Irigasi Telan Dua Bocah Hingga Tenggelam di Banjarnegara

16 Juli 2026, 09:51 WIB • 2 menit baca
Tim SAR gabungan Banjarnegara dan warga bersiap melakukan penyelaman dalam operasi pencarian dua bocah tenggelam di aliran air keruh Irigasi Singomerto Sigaluh.
: Tim SAR gabungan bersama warga setempat memantau aliran air keruh sekaligus menyiapkan peralatan selam dalam operasi pencarian dua bocah tenggelam di Irigasi Singomerto, Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara. (Foto: Basarnas Semarang)

BANJARNEGARA, Jatengdata.com – Hanya dalam waktu tiga puluh menit, tawa dua anak di bawah jembatan Kalibenda berubah menjadi insiden memilukan. Kasus bocah tenggelam Banjarnegara di aliran berkedalaman 1,5 meter ini menjadi peringatan keras bagi para orang tua. Tim SAR gabungan Banjarnegara sampai saat ini terus bekerja keras, menyelam mencari korban di tengah kondisi pekatnya air kali.

Peristiwa tragis ini menimpa Muhammad Fadli Al Fayad (10) dan Zafran (12). Keduanya bermukim di kawasan Kecamatan Sigaluh. Kejadian bermula ketika mereka bermain di sekitar Irigasi Singomerto Sigaluh pada Rabu (17/7) kemarin sore.

Seorang saksi mata, Sahid (40), masih melihat kedua korban bermain di area tersebut sekitar pukul 16.30 WIB. Namun, malapetaka datang dengan sangat cepat. Hanya berselang tiga puluh menit, tepatnya pukul 17.00 WIB, kedua bocah tersebut lenyap dari pandangan di kawasan bawah jembatan Kalibenda.

Mereka diduga kuat terpeleset dan langsung jatuh ke dalam saluran air. Warga sekitar menduga aliran bawah permukaan sangat berbahaya bagi anak-anak. Mengingat kedalaman air mencapai 1,5 meter, insiden ini menambah deretan panjang korban tenggelam yang memprihatinkan.

Operasi Pencarian Malam Hari

Masyarakat setempat sebenarnya tidak tinggal diam. Warga langsung terjun melakukan pencarian mandiri sesaat setelah korban tak lagi terlihat. Namun, kondisi medan terbukti sangat menantang dan membahayakan keselamatan.

“Warga sekitar sudah berupaya melakukan pencarian secara mandiri sesaat setelah kejadian. Namun karena cukup dalam dan airnya juga cukup keruh, hingga malam kedua korban belum ditemukan, akhirnya warga melaporkan kejadian ini ke kami,” ungkap Budiono, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, dalam keterangannya kepada media, Kamis (16/7/2026).

Merespons laporan warga tersebut, Tim SAR gabungan langsung bergerak ke lokasi. Basarnas memberangkatkan satu tim rescue khusus dari Pos SAR Wonosobo.

Infografis kronologi hilangnya dua anak yang terseret pusaran air berkedalaman 1,5 meter di Irigasi Singomerto, Desa Kalibenda, Banjarnegara. (Grafis: jatengdata.com)

Penyelaman Menembus Air Keruh

Setibanya di lokasi, tim penyelamat langsung membagi fokus operasi. Mereka menyisir aliran air dan area yang berpotensi menjadi lokasi korban terperosok. Tim juga melakukan penyelaman pada titik-titik dalam di sekitar jembatan.

“Benar kami menerima informasi bahwa kemarin sore ada dua bocah yang diduga tenggelam di saluran irigasi Singomerto Kalibenda dan saat ini sudah kami berangkatkan satu tim untuk melakukan pencarian,” tegas Budiono membenarkan langkah cepat timnya.

Keberadaan insiden tenggelamnya bocah malang ini menuntut keahlian khusus karena kondisi air yang sangat pekat. Beruntung, cuaca hari ini cukup cerah dan arus air sudah berhenti total berkat penutupan pintu irigasi sejak kemarin.

Kita semua berharap operasi penyisiran ini segera membuahkan hasil agar keluarga korban mendapatkan kepastian secepatnya.

Kontributor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.