Cerita di balik Program RTLH dan Tiket Magang ke Jepang untuk Keluarga Miskin Sailah

14 Juli 2026, 16:31 WIB • 3 menit baca
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen berbincang hangat dengan ibu Sailah, penerima bantuan RTLH Jateng di teras rumah barunya di Kebumen, didampingi pejabat desa dan disaksikan sang anak sulung.
HARAPAN BARU: Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (tengah), berbincang hangat dengan Sailah (duduk kanan) saat meninjau rumah penerima Bantuan RTLH Jateng di Desa Ayamputih, Kebumen, Selasa (14/7/2026). Selain meninjau kelayakan fisik bangunan, Gus Yasin juga menjanjikan akses loker dan magang ke Jepang untuk anak sulung Sailah (berdiri).

KEBUMEN, Jatengdata.com – Teras berlantai semen di Desa Ayamputih, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen itu biasanya hanya menjadi saksi bisu kelelahan Sailah (50). Selama bertahun-tahun, perempuan yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga ini menelan getir pulang ke gubuk berlantai debu dengan dinding bata retak.

Namun, pada hari Selasa (14/7/2026) ini, air mata haru akhirnya jatuh. Di bawah atap rumahnya yang kini kokoh berkat bantuan Rumah Tidak Layak Huni atau program RTLH dari Pemprov Jateng ia bisa terbebas dari kebocoran. Tak hanya itu Sailah juga mendengarkan janji yang bisa mengubah takdir generasinya. Sebuah jalan bagi sang anak sulung untuk program magang ke Jepang.

Realitas muram keluarga ini bermula dari himpitan ekonomi bertahun-tahun. Suami Sailah, Ade Suratman, merantau jauh ke Cirebon menjajakan cilok demi menyambung napas keluarga. Penghasilan yang serba pas-pasan mengubur impian mereka membangun rumah.

Keadaan semakin menyesakkan dada ketika anak sulung mereka yang baru lulus SMA terus menganggur akibat ketiadaan biaya untuk lanjut sekolah. Kondisi tragis yang memupus harapan keluarga untuk segera memutus rantai kemiskinan.

Gotong Royong Penuhi Syarat Bantuan RTLH

Titik terang itu akhirnya menyapa melalui proses birokrasi dan kepedulian sosial yang solid. Ketua RT 02 RW 02, Edi Mulyanto, menceritakan bagaimana pengurus RT meneruskan usulan bantuan bagi keluarga Sailah ke tingkat desa hingga Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akhirnya menyetujui langkah tersebut.

Bantuan dana senilai Rp20 juta ini langsung memantik semangat warga. Melalui program RTLH Kebumen yang bersinergi erat dengan swadaya masyarakat, warga bergotong royong mengganti atap, memasang kusen jendela, hingga memplester dinding rumah Sailah sampai tuntas.

“Terima kasih banyak atas bantuannya. Rumah jadi bagus,” ucap Sailah dengan suara bergetar di teras rumahnya yang baru rampung.

“Dulu rumah masih tanah, temboknya masih bata telanjang. Sekarang keluarga kami sudah menempati hunian yang lebih layak.”

Taj Yasin Maimoen Buka Akses Disnaker Jateng

Keberhasilan kolaborasi warga ini mengundang Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, turun langsung meninjau ke lokasi mewakili Gubernur Ahmad Luthfi. Duduk berdampingan dengan Sailah, pandangan tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini tak hanya berhenti pada bangunan fisik, tetapi menatap hangat anak sulung Sailah yang berdiri mendengarkan. Baginya, pemerintah harus selalu membarengi intervensi infrastruktur dengan program pemberdayaan ekonomi.

“Ya, hari ini kita kontrol RTLH di desa dampingan di Kebumen. Kita cek, kita pastikan bukan hanya rumahnya, tetapi juga bagaimana kondisi keluarganya,” tegas Gus Yasin.

Secara konkret, Pemprov Jateng berkomitmen menghubungkan anak Sailah dengan peluang kerja melalui Disnaker Jateng. Pemprov telah merancang langkah intervensi lanjutan, mulai dari membuka akses informasi loker Kebumen terbaru, menyiapkan pendaftaran pelatihan vokasi, hingga merencanakan persiapan magang ke luar negeri.

“Anaknya sudah lulus SMA. Kita coba link-kan ke dunia usaha atau pekerjaan. Kalau Kabupaten Kebumen belum menyediakan ruang, nanti kita mencarikan celah di provinsi,” ujar Gus Yasin memberikan kepastian.

Bagi keluarga Sailah rumah bertembok kokoh dan berlantai semen ini hanyalah garis start. Melalui integrasi program RTLH dan pembukaan akses lapangan kerja secara nyata, tangis Sailah hari itu menjadi penanda sejarah; bahwa keluarga penjual cilok tersebut kini siap mengakhiri estafet kemiskinan untuk selamanya.

Kontributor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.