Angka Kemiskinan Jateng 2026 di Level 9,39 Persen, Solusi Integrasi Jadi Kunci
SEMARANG, jatengdata.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan penanganan kemiskinan di wilayahnya tidak lagi berjalan parsial, melainkan melalui integrasi perbaikan hunian, pendidikan, hingga akses kesehatan. Ia menegaskan target penurunan angka kemiskinan 9,39 persen dapat tercapai lebih cepat jika pemerintah dan Kadin bergerak bersama.
Langkah strategis tersebut kini menjadi tumpuan utama pemerintah provinsi dalam menekan angka kemiskinan Jateng 2026. Oleh karena itu, Ahmad Luthfi menekankan bahwa perjuangan melawan kemiskinan menuntut kerja tim yang solid. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, dan papan wajib berjalan beriringan dengan akses kesehatan serta pendidikan yang layak.
“Kadin kami minta untuk tampil di depan. Memerangi kemiskinan itu tidak bisa hanya sandang, pangan, papan. Ada kesehatan, ada pendidikan. Kita harus keroyok bersama,” ujar Ahmad Luthfi dengan nada optimis saat menghadiri acara silaturahmi Kadin Jateng di Hotel Patra Semarang, Kamis (16/4).
Strategi Intervensi Menyeluruh dan Berkelanjutan
Selanjutnya, pemerintah terus memperkuat fondasi kesejahteraan melalui berbagai program nyata secara konsisten. Sebagai contoh, Pemprov Jateng sukses memperbaiki 17.000 rumah tidak layak huni (RTLH) sepanjang tahun 2025. Namun, Luthfi menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur fisik hanyalah langkah awal dari transformasi sosial yang lebih besar.
“Rumah kita perbaiki, perut kita isi, kesehatannya kita tangani, anaknya kita sekolahkan. Semua harus jalan bareng,” tegasnya. Selain itu, ia meyakini bahwa data BPS Jawa Tengah pada masa mendatang akan mencerminkan hasil positif dari integrasi program tersebut.

Optimalisasi CSR dan Layanan Dokter Spesialis
Di sisi lain, pemerintah mendorong ekonomi Jawa Tengah hari ini melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga ke pelosok. Salah satu inovasi unggulannya yakni program Dokter Spesialis Keliling (Speling). Program ini hadir untuk menjamin warga desa mendapatkan hak kesehatan yang setara dengan masyarakat perkotaan.
Oleh sebab itu, Luthfi meminta sektor swasta agar mengoptimalkan penggunaan dana tanggung jawab sosial (CSR). “CSR-nya digunakan untuk membantu yang miskin ekstrem di wilayah kita. Kalau tidak kita keroyok ramai-ramai, Jawa Tengah akan begitu-begitu saja,” bebernya di hadapan para pengusaha.
Menanggapi tantangan tersebut, Ketua Umum Kadin Jateng Harry Nuryanto Soediro menyatakan kesiapan pihaknya secara penuh. Ia menegaskan bahwa Kadin akan menjadi mitra strategis pemerintah demi mempercepat target kemiskinan Ahmad Luthfi melalui dukungan dunia usaha yang terarah.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.