Tata Cara dan Lafal Doa Tahun Baru Islam 1448 H Sesuai Syariat

15 Juni 2026, 14:26 WIB • 3 menit baca
Sebuah bidikan close-up dari tangan seorang jemaah lansia yang berkerut, menengadah dalam doa yang sungguh-sungguh sambil memegang tasbih kayu, dengan latar belakang pola geometris masjid yang buram.
JEMAAH menengadahkan tangan berkerutnya dalam doa yang khusyuk sambil memegang tasbih, menyambut momen pergantian tahun baru Islam dari 1447 H ke 1448. (Foto:Ilustrasi AI)

SEMARANG, Jatengdata.com – Hari ini Senin (15/6/2026) bertepatan dengan 29 Zulhijah, merupakan hari terakhir pada tahun 1447 H. Umat Islam segera menyambut tahun baru 1 Muharam 1448 H esok hari. Masyarakat biasanya menggelar tradisi doa tahun baru Islam malam nanti.

Nah, umat Muslim wajib memahami tata cara doa yang tepat. Hal ini sangat penting agar ibadah mendatangkan berkah dan sesuai syariat.

Anggota Komisi Dakwah MUI Kota Semarang, Ustadz M. Danusiri, M.Ag. memberikan penjelasan penting terkait hal tersebut. Dosen Agama Islam di Unimus ini menilai materi doa akhir dan awal tahun pada dasarnya sangat baik. Umat boleh melafalkan doa-doa tersebut karena hukumnya mubah.. Amalan ini bahkan bisa bernilai pahala sunnah.

Pada dasarnya, umat sedang menjalankan perintah Allah SWT untuk senantiasa berdoa. Namun, umat harus memperhatikan urutan pelaksanaannya secara tepat. Langkah waspada ini berguna untuk mencegah kekeliruan akidah.

Mendahulukan Doa Tuntunan Nabi

Ustad Danusiri kepada Jatengdata.com, Senin (15/6/2026), menegaskan tata cara terbaik menyambut tahun baru. Umat Islam wajib mendahulukan amalan langsung dari Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW menuntun umat untuk membaca doa sahih setiap memasuki bulan baru. Umat harus melakukan langkah ini sebelum membaca doa tradisional.

Berikut lafal doa tuntunan Nabi Muhammad SAW. Doa ini sahih berdasarkan riwayat Imam Tirmidzi nomor 3373:

اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَالإِسْلاَمِ رَبِّى وَرَبُّكَ اللَّهُ

Artinya: “Ya Allah, terbitkanlah bulan tersebut kepada kami dengan berkah, iman, keselamatan serta Islam! Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah”.

Umat,kata dia, tidak boleh memaksakan ritual tanpa mendahului sunnah Nabi. Sikap keras kepala ini berisiko merubah sunnah agama secara tak sadar. Pelaku berpotensi menerima konsekuensi besar berupa penolakan dari telaga Nabi di akhirat kelak, terangnya.

Lafal Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun

Umat Muslim dapat melafalkan doa akhir dan awal tahun setelah membaca doa sunnah tersebut.

Ustadz Danusiri memberikan contoh varian doa-doa tersebut. Salah satunya, masyarakat bisa membaca lafal doa akhir tahun sebagai berikut:

اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Artinya:

Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.

Selanjutnya, umat Islam juga bisa melafalkan doa awal tahun seperti ini:

اَللّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ. وَهَذَاعَامٌ جَدْيُددٌ قَدْ أَقْبَل. أَسسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مَنَ الشْيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وِالْعَوْنَ عَلَى هَذه النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالْاشْتِغَالِ بِمَا يُققَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَصَلَّي اللهُ عَلَي سَيّدِنَا مُحَمّدً وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِه وَسَلَّم

Artinya:

Ya Allah Engkaulah yang abadi, dahulu, lagi awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu perlindungan dalam tahun ini dari godaan setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan, agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, dan ke atas para keluarga dan sahabatnya.

Hindari Fanatisme Golongan

Ustadz Danusiri juga mengingatkan bahaya sikap fanatisme golongan terkait tradisi ini. Kelompok tertentu tidak boleh menyudutkan pihak lain menggunakan dalih agama.

“Tetapi, kalau ritual tahun baru disertai klaim ‘Yang tidak mau mengikuti ritual tahun baru bukan ahlu sunnah‘, justru ritual itu menjadi bid’ah munkarât karena memaksakan kehendak pada mazhabnya,” jelas dia.

Ustad Danusiri juga menjelaskan, Khalifah Umar bin Khathab menetapkan kalender hijriyah murni untuk melancarkan administrasi negara. Momentum 1 Muharam pada awalnya sama sekali tidak memiliki aturan syariat khusus seperti praktik doa tahun baru Islam saat ini, pungkasnya.

Kontributor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.