Tragedi Pemancing Tenggelam di Demak, Aksi Heroik Berakhir Pilu

10 Juni 2026, 14:22 WIB • 3 menit baca
Tim SAR gabungan Jepara mengevakuasi jenazah Budi Santoso menggunakan perahu karet dan kantong jenazah oranye, korban tragedi pemancing tenggelam di Demak tepatnya di Bendung Karet Kalijajar.
DEMAK – Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Budi Santoso (46), warga Betokan, yang tewas dalam tragedi pemancing tenggelam di Demak usai hanyut di area Bendung Karet Kalijajar pada Selasa kemarin. Evakuasi dramatis ini disaksikan langsung oleh ratusan warga sekitar dari balik pagar pembatas sungai.. (foto: Basarnas Semarang)

DEMAK, Jatengdata.com –Detik-detik mencekam mewarnai malam di Sungai Kalijajar saat seorang pria nekat melompat demi menolong rekannya yang tersapu arus. Tragedi pemancing tenggelam di Demak ini bermula dari insiden tak terduga ketika bantalan karet bendungan mendadak kempis, menjebak dua nyawa di kedalaman empat meter.

Insiden nahas ini bermula ketika para korban memancing di area Bendung Karet Kalijajar pada Senin (8/6/2026) malam. Korban pertama, Budi Santoso (46) asal Betokan Demak, nekat mencari ikan tepat di tengah bendungan. Petaka datang sekitar pukul 23.30 WIB ketika mesin genset pengisi udara mendadak mati.

Kondisi mesin mati inilah yang menjadi penyebab bendungan Kalijajar kempes perlahan ke dasar air. Budi menyadari bahaya tersebut dan langsung bergegas menuju tepian sungai. Sayangnya, korban justru terpeleset dan jatuh ke dalam air pekat.

Muklisin (60), warga Pasuruan Lor Kudus yang melihat kejadian itu, spontan melakukan aksi penyelamatan. Pria paruh baya ini berusaha keras menarik Budi agar tidak tenggelam.

Nahas, arus sungai sedalam empat meter justru balik menarik tubuh Muklisin sehingga niat menolong berujung maut. Kedua pemancing tersebut akhirnya hilang terseret arus deras dalam tragedi Kalijajar Jatirogo malam itu.

Pencarian Dramatis Tim SAR Gabungan Jepara

Merespons laporan warga yang panik, tim penyelamat langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian. Proses pencarian melibatkan penyisiran darat dan pengerahan perahu karet menyusuri sepanjang aliran sungai oleh Tim SAR gabungan Jepara bersama unsur terkait.

“Pagi ini kami menerima info adanya orang hanyut tadi malam dan langsung kami kirimkan satu tim dari Pos SAR Jepara untuk melakukan pencarian,” ujar Budiono, Kepala Kantor SAR Semarang, Selasa (9/6/26) kemarin.

Kerja keras tim membuahkan hasil pada siang hari. Tim mengevakuasi tubuh Budi Santoso yang tersangkut sekitar satu kilometer dari titik awal insiden pemancing tenggelam di Demak tersebut.

“Alhamdulillah sekitar pukul 13.15 tadi (Selasa kemarin, Red.), korban BS berhasil ditemukan tim SAR, namun sudah dalam keadaan meninggal dunia. Ditemukan dijarak 1 KM dari lokasi kejadian dan langsung diserahkan ke pihak keluarga,” ujar Budiono dalam keterangan persnya kepada media.

Infografis kronologi tragedi pemancing tenggelam di Demak yang menewaskan dua orang di Bendung Karet Kalijajar, mulai dari insiden genset mati hingga evakuasi Tim SAR gabungan.
Infografis urutan waktu tragedi pemancing tenggelam di Demak, mulai dari matinya mesin genset Bendung Karet Kalijajar yang memicu petaka, hingga proses evakuasi kedua jasad korban oleh Tim SAR. (Grafis: Jatengdata.com)

Akhir Pencarian Korban Kedua

Kabar duka akhirnya datang pada Rabu (10/6/2026) pagi. Nasib Muklisin, yang sebelumnya mengundang simpati publik, telah terjawab. Pencarian korban terakhir yang dilanjutkan oleh tim SAR gabungan membuahkan hasil pada pukul 07.45 WIB. Nahas, kakek asal Kudus itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

“Benar korban atas nama bapak Muklisin telah ditemukan tim dalam keadaan meninggal dunia (MD) di jarak kurang lebih 750 meter ke arah utara dari lokasi awal kejadian,” ungkap Budiono dalam info terbarunya, Rabu (10/6/2026).

Operasi pencarian ini sempat dihentikan pada Selasa malam akibat minimnya penerangan yang bisa membahayakan keselamatan tim evakuasi. Pada penyisiran Rabu pagi, jasad korban akhirnya terlihat di tepian sungai.

“Ditemukan dalam posisi mengambang di pinggir sungai setelah dilakukan penyisiran dari titik lokasi awal. Setelah dievakuasi korban langsung kami serahkan ke pihak keluarga,” pungkasnya.

Peristiwa tragis pemancing tenggelam di Demak ini sekaligus menjadi peringatan keras mengenai bahaya tersembunyi di balik fasilitas bendungan karet saat mesin pendukungnya tidak berfungsi optimal.

Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.