Alat Potong Kurban Biru Penakluk Sapi Tanpa Drama di Semarang

28 Mei 2026, 15:50 WIB • 3 menit baca
Lima pria dewasa, relawan panitia kurban Masjid At-Taqwa Bandarharjo, mengoperasikan alat potong kurban mekanis berwarna biru cerah di lapangan terbuka untuk merebahkan sapi cokelat secara perlahan guna meminimalkan stres hewan.
Panitia Kurban Masjid At-Taqwa Bandarharjo mengoperasikan alat potong kurban mekanis berwarna biru untuk merebahkan sapi cokelat secara perlahan di lapangan terbuka, Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara, Rabu (27/5/2026). Penggunaan alat portabel ini sukses menekan risiko cedera panitia dari bahaya merobohkan sapi manual dan meminimalkan stres hewan sebelum disembelih pada perayaan Iduladha 1447 H.

SEMARANG, Jatengdata.com– Keringat dingin dan risiko tendangan sapi yang meronta selalu menjadi mimpi buruk tahunan para jagal dan warga sekitar. Namun, Rabu (27/5/2026) pagi kemarin, lapangan Masjid At-Taqwa menghadirkan pemandangan berbeda yang menenangkan hati, berkat inovasi penyembelihan hewan berupa mekanis yang merebahkan sapi secara lembut ke pelukan bumi.

Bertahun-tahun lamanya, area penyembelihan selalu menjadi medan yang menegangkan bagi para relawan. Sapi yang meronta acapkali memicu kepanikan massal hingga memunculkan bahaya merobohkan sapi yang mengancam keselamatan warga di sekitar lokasi.

Tendangan kaki atau serudukan mendadak selalu membayangi pikiran petugas yang bertaruh tenaga menjinakkan hewan seberat ratusan kilogram tersebut. Drama “tarik tambang” yang menguras tenaga ini perlahan tinggal kenangan di wilayah pesisir Bandarharjo, Semarang Utara.

Inovasi Alat Potong Kurban Akhiri “Drama Tarik Tambang”

Mengatasi persoalan menahun itu, takmir Masjid At-Taqwa Bandarharjo mengambil langkah berani dengan menghadirkan inovasi yang mengubah segalanya. Sebuah kerangkeng besi portabel berwarna biru cerah berdiri kokoh di tengah lapangan, siap menyambut hewan tanpa perlu kekerasan fisik. Kehadiran alat potong kurban ini secara instan menghapus metode konvensional yang berisiko tinggi.

Saat petugas menggiring sapi masuk ke dalam bingkai besi tersebut, suasana tetap terkendali dengan sangat tenang. Alat mekanis kurban Semarang ini mengunci posisi tubuh hewan secara stabil, melindunginya dari rasa panik.

Setelah terkunci, tuas bekerja merebahkannya secara perlahan ke atas alas sebelum pisau tajam beraksi. Pemandangan ini sangat jauh dari kesan beringas.

Teknoloigi tepat guna dari Semarang Utara: Panitia Kurban Masjid At-Taqwa Bandarharjo menggunakan alat pemotong sapi kurban mekanis berwarna biru di lapangan terbuka depan masjid, Rabu (27/5/2026). Alat portabel ini secara instan merebahkan sapi cokelat secara perlahan tanpa “drama” tarik tambang, meningkatkan keamanan petugas dari bahaya merobohkan sapi manual dan meminimalkan stres hewan sebelum disembelih pada perayaan Iduladha 1447 H. (Video: Humas Masjid At-Taqwa/jatengdata.com)

Berdasarkan evaluasi lapangan, inovasi ini sukses memangkas waktu kerja secara dramatis. Panitia menghemat sekitar 25 hingga 30 menit untuk mengeksekusi setiap ekor sapi. Lebih penting lagi, penerapan metode ini menekan tingkat kecelakaan kerja hingga mencapai rasio 1 banding 3 jika bersanding dengan cara lama.

Cara Merobohkan Sapi Kurban Sesuai Syariat Ihsan

Ketenangan yang tercipta di area penyembelihan sekaligus menjadi wujud nyata penerapan tata cara kurban ihsan. Ketiadaan rasa sakit yang berkepanjangan pada hewan mencerminkan nilai kasih sayang terhadap sesama makhluk hidup.

Koordinator Lapangan, Ustad Sumardi, mengonfirmasi dampak positif kehadiran teknologi tepat guna dari alat potong kurban ini bagi timnya.

“Dengan alat ini, prosesnya lebih cepat, lebih aman bagi petugas, dan insyaAllah lebih sesuai prinsip ihsan dalam menyembelih,” ungkap Ustad Sumardi dengan mantap.

Perubahan suasana kerja yang lebih higienis dan kondusif ini juga menumbuhkan semangat baru bagi puluhan relawan. Sebanyak 60 remaja masjid bahu-membahu menyukseskan kerja kilat demi mengejar tenggat waktu sebelum azan Zuhur berkumandang. Kecepatan ini menjadi tips aman panitia kurban yang sangat direkomendasikan untuk ditiru.

Pada akhirnya, kelancaran di titik potong berimbas langsung pada kecepatan distribusi ke rumah warga. Ketua Panitia Kurban Masjid At-Taqwa, Sutamam, menggarisbawahi pencapaian membanggakan dari tim lapangan tahun ini.

“Alhamdulillah tahun ini amanah dari para pekurban meningkat. Total ada 4 sapi dan 9 kambing. Semua sudah disembelih dan didistribusikan kepada 450 kepala keluarga di lingkungan masjid At-Taqwa Bandarharjo,” ujar Sutamam penuh syukur.

Kesuksesan di pesisir utara ini membuktikan bahwa perpaduan antara kepedulian manusia dan teknologi mampu menyempurnakan ibadah. Penggunaan alat potong kurban modern tidak sekadar mempermudah pekerjaan fisik, melainkan wujud nyata memuliakan ciptaan Tuhan di akhir hayatnya.

Kontributor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.