Bersarung, Sekda Jateng Tarik Sapi Kurban Bantuan Presiden 1 Ton

28 Mei 2026, 10:04 WIB • 3 menit baca
Sekda Jateng Sumarno yang mengenakan baju koko putih dan bersarung bersama warga bersusah payah menarik tali tambang untuk menjatuhkan seekor sapi kurban raksasa hitam putih di Desa Tinanding, Grobogan. Sapi jumbo 1,1 ton ini merupakan bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk penyintas banjir.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno (baju koko putih dan bersarung), bersusah payah bersama warga berupaya menjatuhkan seekor sapi kurban raksasa seberat 1,1 ton di halaman Masjid Roudlotul Jannah, Desa Tinanding, Kabupaten Grobogan, Rabu (27/5/2026). Sapi jumbo tersebut merupakan Bantuan Kemasyarakatan Presiden RI Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Pemprov Jateng sebagai penawar duka bagi warga Desa Tinanding yang terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang beberapa bulan lalu.

GROBOGAN, Jatengdata.com– Urat-urat di lengan para pria itu menegang saat mereka beradu kuat dengan bobot raksasa di halaman Masjid Roudlotul Jannah. Sesosok pria bersarung tampak bernapas terengah saat menarik tali tambang di antara warga penyintas banjir Grobogan. Pria itu bukanlah warga biasa. Ia adalah Sekda Jateng Sumarno yang turun tangan menaklukkan sapi kurban 1 ton.

Terik matahari Grobogan menjadi saksi bisu kebersamaan warga Desa Tinanding pada Rabu (27/5/2026) kemarin. Belasan pria mengerahkan seluruh tenaga untuk menahan laju seekor sapi limosin hitam putih yang meronta. Sekda Jateng tampil mencolok di tengah kerumunan itu. Ia menanggalkan seragam dinas yang kaku dan memakai selembar sarung membumi.

Pejabat birokrasi Jawa Tengah itu memegang tali tampar tebal tanpa rasa canggung. Ia membaur dan menarik beban raksasa tersebut bersama masyarakat. Peluh gotong royong menjelang penyembelihan kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto ini sukses meruntuhkan sekat formalitas.

Penawar Luka Penyintas Banjir Tinanding

Kehadiran sapi kurban 1 ton beserta 100 paket sembako ini menggoreskan makna yang sangat dalam bagi warga Tinanding. Empat bulan silam, tanggul Sungai Tuntang jebol dan meluluhlantakkan desa ini. Tragedi banjir Grobogan tersebut sempat melumpuhkan urat nadi kehidupan masyarakat. Bencana ini juga memutus jalur vital Semarang-Grobogan.

Pemerintah Provinsi telah menghitung secara matang. Mereka menunjuk Desa Tinanding sebagai titik serah terima tingkat provinsi. Tim pemerintah melakukan asesmen mendalam untuk memastikan hadiah Kepala Negara menyentuh wilayah yang paling membutuhkan.

“Memang bantuan dari Presiden ini harus dipilih tempat yang tepat. Setelah diasesmen teman-teman di Grobogan, akhirnya diputuskan di Desa Tinanding. Mudah-mudahan ini menjadi penghibur bagi saudara-saudara kita yang kemarin terdampak bencana,” ujar Sekda Jateng yang hadir mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin.

Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga esensi hari raya. Momen suci ini memuat nilai kepedulian nyata.

“Hari Raya Idul adha maknanya adalah bagaimana kita mengambil ibrah tentang pengorbanan. Dalam kehidupan sehari-hari kita harus peduli terhadap sesama, dan itu bagian dari semangat berkorban,” tambahnya.

Warga setempat langsung menyambut haru kehadiran kurban bantuan Presiden. Takmir Masjid Roudlotul Jannah, Subakir, sangat bersyukur saat desanya menerima titipan langsung dari Istana. Daging sapi jumbo ini kelak akan mengenyangkan perut 730 kepala keluarga.

“Alhamdulillah, baru kali ini Bapak Presiden menyumbangkan sapi kurban di sini. Mudah-mudahan setelah ini Desa Tinanding dijauhkan dari banjir,” harap Subakir.

Bayang-bayang Tanggul dan Jaminan Kesehatan

Sebersit rasa waswas masih menggelayut di balik euforia warga. Mereka belum sepenuhnya menghilangkan trauma banjir Grobogan. Bayang-bayang kelam musibah itu masih membekas. Kondisi tanggul Sungai Tuntang yang pernah jebol kerap membuat jantung warga berdegup kencang setiap kali kendaraan berat melintas.

“Kalau ada truk besar lewat itu tanggul terasa bergetar. Harapan kami tanggul di Desa Tinanding bisa diperkuat,” ungkap Subakir menyuarakan kecemasan warga.

Merespons aspirasi tersebut, Sekda Jateng memastikan Pemprov Jateng segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Ia juga mengimbau warga agar terus proaktif saat melaporkan kondisi infrastruktur yang kritis di lapangan.

Sementara itu, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah tetap mengawal ketat kesehatan sapi kurban 1 ton ini. Kepala Bidang Veteriner, Budi Astyantoro, memantau maksimal kualitas ternak sejak dari lapak hingga momen penyembelihan.

“Kami melakukan pengecekan di lapak-lapak dan pedagang hewan kurban untuk memastikan hewan yang dijual sehat, aman, dan layak dipotong. Saat pemotongan nanti kami juga melakukan pendampingan agar daging yang dibagikan aman dikonsumsi masyarakat,” kata Budi.

Merapat Barisan, Merawat Asa

Hiruk-pikuk penyerahan kurban bantuan Presiden di Desa Tinanding meninggalkan lebih dari sekadar tumpukan daging. Momen ini menjadi simpul pengingat bahwa warga masih merawat asa di balik duka banjir Grobogan.

Aksi membumi Sekda Jateng yang tak segan berpeluh saat menaklukkan sapi kurban 1 ton memancarkan pesan kuat. Pemulihan trauma membutuhkan aksi nyata, bahu yang bersandar, dan tangan yang sudi menarik beban di tengah kubangan realita.

Kontributor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.