Sekolah Gratis Jateng Sasar 5.000 Siswa Miskin, Ahmad Luthfi Borong Penghargaan
JAKARTA, Jatengdata.com– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan 5.000 kursi sekolah swasta gratis beserta seragam bagi siswa kurang mampu demi mencegah angka putus sekolah. Terobosan sekolah gratis Jateng ini langsung berbuah sederet penghargaan bergengsi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus memperkuat komitmen mencetak sumber daya manusia yang unggul. Langkah nyata ini terlihat melalui penerapan program wajib belajar 13 tahun. Kebijakan strategis tersebut menyasar seluruh siswa dari tingkat PAUD hingga SMA sederajat di berbagai daerah.
“Pendidikan adalah syarat mutlak untuk meningkatkan SDM ke depannya. Kami siapkan pendidikan 13 tahun, mulai dari SD, SMP dan SMA ditambah PAUD,” ujar Ahmad Luthfi.
Solusi Sekolah Swasta Gratis
Gubernur Jawa Tengah menyadari tantangan ekonomi sering menjadi faktor penghambat warga. Kondisi ini membuat banyak orang tua terpaksa menyuruh anak mereka langsung bekerja setelah lulus SMP. Situasi tersebut memicu pemerintah meluncurkan beasiswa Ahmad Luthfi bagi keluarga kurang mampu.

Pemprov mengalokasikan lebih dari 5.000 kursi khusus untuk siswa miskin pada tahun ajaran ini. Mereka berkesempatan menempuh pendidikan di berbagai sekolah swasta terdekat dari rumah masing-masing. Program sekolah gratis Jateng ini murni bertujuan memutus rantai putus sekolah di kawasan daerah.
“Mereka bisa sekolah gratis. Dapat seragam gratis juga,” ujar Ahmad Luthfi.
Panen Penghargaan Nasional
Inovasi dan dedikasi pemprov membuahkan hasil membanggakan. Jawa Tengah berhasil meraih penghargaan kategori Komitmen Wajib Belajar 13 Tahun. Kemendikdasmen juga mengapresiasi keberhasilan kolaborasi pemerintah daerah dengan sekolah swasta.
Provinsi ini turut menyabet predikat Terbaik 1 dalam pemanfaatan Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) untuk pembelajaran. Prestasi bergengsi lainnya mencakup posisi terbaik kedua nasional terkait pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Prestasi Siswa dan Guru Berdedikasi
Keberhasilan pendidikan Jateng 2026 juga tercermin langsung dari prestasi individu warganya. Anantacetta Reugra Abiraya, siswa kelas V SD Al Kautsar Temanggung, sukses memenangkan kategori Talenta Muda Inovasi Digital.
Sementara itu, Rakhmi Oktarini dari SMAN 1 Bobotsari meraih predikat guru pendamping berdedikasi. Ia menempati posisi terbaik kedua dalam Program Afirmasi Pendidikan Menengah 2025. Sederet penghargaan ini semakin mengukuhkan dominasi kualitas SDM Jawa Tengah di tingkat nasional.
Melalui sederet capaian tersebut, pemerintah daerah membuktikan bahwa investasi pendidikan selalu membawa dampak nyata jangka panjang. Kehadiran program sekolah gratis Jateng terbukti efektif menjadi jaring pengaman sosial bagi keluarga miskin di berbagai pelosok.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.