Masuk 1 Zulhijjah 2026, Pemkab Demak Kebut Persiapan Puncak Grebeg Besar
DEMAK, Jatengdata.com – Pemerintah Kabupaten Demak langsung mempercepat gladi bersih arak-arakan budaya pada Senin (18/5/2026), seiring penetapan awal bulan haji. Kesibukan aparatur daerah ini menandai dimulainya hitung mundur sembilan hari menuju perayaan puncak Iduladha di tanah para wali.
Memasuki 1 Zulhijjah 2026, Pemerintah Kabupaten Demak mempercepat semua persiapan menuju puncak tradisi Grebeg Besar. Panitia lokal bersama Dinas Pariwisata Demak kini fokus mematangkan tahapan gladi bersih. Mereka secara aktif memastikan seluruh agenda berjalan lancar dan tetap memegang nilai sakral. Oleh karena itu, intensitas pekerjaan panitia meningkat tajam pada awal bulan haji ini.
Bupati Demak, Eisti’anah, dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa jajaran pemerintah daerah terus memantau kesiapan lapangan sejak penetapan awal bulan haji ini. Kolaborasi lintas sektor ditekankan sebagai aspek vital demi kelancaran tradisi warisan leluhur tersebut. Selanjutnya, koordinasi pemerintah daerah dengan pihak ahli waris Kasepuhan Kadilangu juga berjalan semakin intensif mulai hari ini.
Hitung Mundur Tumpeng Songo Demak
Sementara itu, kesiapan iring-iringan Tumpeng Songo Demak menjadi salah satu fokus paling krusial. Rombongan bupati akan membawa tumpeng raksasa berserta hasil bumi dari area Pendopo Kabupaten menuju Masjid Agung Demak. Acara pawai budaya ini rencananya berlangsung pada malam takbiran menjelang perayaan Idul Adha 2026. Biasanya, masyarakat lokal dan wisatawan memadati rute arak-arakan tersebut sejak sore hari.

Untuk mengantisipasi kepadatan, Dinas Pariwisata Demak tengah merampungkan skema rute dan pengamanan agar masyarakat tetap nyaman saat menonton. Pemerintah juga mengimbau seluruh pengunjung untuk senantiasa mematuhi aturan ketertiban umum di sekitar lokasi acara. Dengan demikian, nilai religius maupun daya tarik budaya dari perayaan ini tetap terjaga dengan baik.
Sakralnya Penjamasan Pusaka
Di sisi lain, pihak Kasepuhan Kadilangu ikut menggenjot persiapan perlengkapan inti (ubarampe). Mereka bersiap menyongsong puncak acara spiritual yang jatuh persis pada tanggal 10 Zulhijjah nanti. Bahkan, panitia internal keraton menjadikan kelengkapan fasilitas untuk ritual Penjamasan Pusaka Sunan Kalijaga sebagai prioritas utama.
Ritual penyucian keris Kyai Carubuk dan Kutang Ontokusumo ini selalu berhasil menarik kedatangan ribuan peziarah dari berbagai daerah. Selain itu, masuknya 1 Zulhijjah juga berfungsi sebagai peringatan bagi aparat keamanan mengenai ancaman kepadatan massa. Oleh sebab itu, aparat gabungan segera menyiagakan rencana rekayasa lalu lintas di seluruh akses menuju kawasan wisata Kadilangu.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.