TMMD Jateng 2026 Sasar Desa Terpencil, Taj Yasin Buka Akses Petani

15 Juli 2026, 23:18 WIB • 2 menit baca
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyerahkan sekop simbolis kepada petugas di upacara TMMD di Desa Bingkeng, Kabupaten Cilacap.
PENYERAHAN ALAT KERJA.: Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (kiri, kemeja putih) menyerahkan sekop secara simbolis kepada seorang petugas dalam Upacara Pembukaan TMMD Reguler ke-129 di Lapangan Desa Bingkeng, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Rabu (15/7/2026).

CILACAP, Jatengdata.com – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memastikan program Program TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD Jateng 2026 fokus membuka keterisolasian wilayah pelosok demi memacu ekonomi petani. Pembangunan infrastruktur desa yang menyasar 35 kabupaten/kota ini resmi bergulir serentak dari Lapangan Desa Bingkeng, Kabupaten Cilacap, Rabu (15/7/2026).

Program pembangunan lintas sektoral ini secara khusus menyasar wilayah yang selama ini sulit terjangkau. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengarahkan proyek ini untuk mempercepat pembangunan fisik, mulai dari jalan, jembatan, hingga sistem irigasi. Fasilitas tersebut tidak sekadar memecah isolasi daerah terpencil, tetapi berfungsi vital memutar roda perekonomian warga setempat.

Taj Yasin menegaskan, pemilihan lokasi proyek berdasar pada tingkat kebutuhan mendesak masyarakat. Ia menilai daerah pelosok masih sangat tertinggal dalam urusan akses jalur darat.

“TMMD kita laksanakan di daerah-daerah yang memang masih membutuhkan, daerah terpencil yang aksesnya masih kurang. Yang dibangun adalah jalan ekonomi di pedesaan untuk para petani,” ujar Taj Yasin Maimoen saat menjadi Inspektur upacara pembukaan TMMD Jateng 2026.

Sinergi untuk Perekonomian Petani

Pengerjaan proyek infrastruktur ini berjalan serentak melingkupi 35 kabupaten dan kota se-Jawa Tengah dengan total dukungan anggaran Pemprov mencapai Rp33,2 miliar. Pelaksanaan program ini akan berlangsung penuh hingga 13 Agustus mendatang guna mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus menyambut Hari Kemerdekaan RI.

Selain merampungkan bangunan fisik, inisiatif ini membuktikan kehadiran negara secara langsung di tengah kehidupan rakyat. Taj Yasin menyebut kolaborasi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah harus membawa dampak kesejahteraan yang instan.

“Ini bentuk kehadiran pemerintah. Kehadiran TNI, Polri, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten benar-benar harus dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Prioritas Akses Desa Bingkeng

Komandan Kodim 0703/Cilacap, Letkol Inf Aryudha Sakti, membenarkan tingginya urgensi jalur darat bagi warga sipil. Desa Bingkeng, Kecamatan Dayeuhluhur, mendapat prioritas karena penduduknya sangat membutuhkan jalur mobilitas harian yang layak.

“Wilayah Bingkeng menjadi prioritas karena masyarakat membutuhkan akses jalan. Dengan adanya TMMD, masyarakat tidak merasa jauh dari pemerintah daerah maupun TNI,” jelas Aryudha.

Warga desa kini menyambut antusias pembangunan jalan makadam sepanjang 800 meter dengan lebar empat meter, serta sebuah jembatan penghubung utama. Akses baru ini menjanjikan kelancaran distribusi hasil panen, yang diproyeksikan langsung melesatkan ekonomi petani setempat.

Kontributor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.