Tiba di Zona Gempa NTT, Relawan Undip Langsung Petakan Jalur Medis Kritis
NUSA TENGGRA TIMUR, Jatengdata.com – Ancaman gempa lokal susulan tidak menghentikan langkah Relawan Undip dari Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) untuk menembus wilayah terdampak di Nusa Tenggara Timur (NTT). Setibanya di Kupang pada Jumat (21/8/2026), tim garda depan ini langsung bergerak memetakan mitigasi krisis sebelum kampus menyalurkan tenaga dokter spesialis ke episentrum bencana.
Pergerakan taktis ini melanjutkan misi darurat pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 di Flores. Sebelumnya, Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo resmi melepas tim ini di Gedung Widya Puraya, Semarang, pada Rabu (19/8/2026).
Menjalankan misi di tengah kondisi lapangan yang belum stabil menuntut strategi presisi tinggi. Oleh karena itu, relawan Undip yang terdiri atas dosen dan mahasiswa—yakni Ns. Nur Hafizhah Widyaningtyas, S.Kep., M.Kep., Ahmad Aqil Widyantoro, S.E., Mohammad Pandu Pradana, S.Si., dan Fadhil Raihan Akbar, S.Kep.—mengemban tugas krusial sebagai Surveillance Team.
Mereka bertugas membaca medan krisis sekaligus mendistribusikan donasi tahap awal dari civitas academica Undip. Tim ini merancang skema kebutuhan logistik dan medis secara cermat agar pengiriman tenaga bantuan selanjutnya mendarat tepat sasaran.
Koordinasi Tanggap Darurat
Memasuki hari pertama di lokasi bencana, relawan Undip langsung menggelar pertemuan taktis dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT dan Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) NTT.
Ketua D-DART sekaligus pemimpin tim surveilans, Ns. Nur Hafizhah Widyaningtyas, memastikan bahwa sinergi bersama Ns. Sherly Sani Mahoklory, S.Kep., M.Kep., dari HIPGABI NTT dan Mellyani Daik dari BPBD Provinsi NTT menjadi fondasi utama kelancaran operasi. Menyikapi rentetan gempa lokal yang masih terjadi, para relawan menerapkan prinsip operasional “Aman Diri, Aman Lingkungan” secara ketat.
Kolaborasi lintas instansi ini sekaligus membuka jalan bagi pengiriman tim medis lanjutan. Kampus kini tengah mempersiapkan barisan dokter spesialis yang siap meluncur merawat penyintas dalam beberapa hari ke depan. Tindakan lanjutan ini menyusul rekomendasi langsung dari tim surveilans.
Menanggapi aksi tanggap darurat tersebut, Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menegaskan komitmen penuh institusi dalam mengawal pemulihan masyarakat.
“Undip hadir bersama masyarakat yang merupakan wujud nyata kepedulian serta menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi. Besar harapan, bantuan ini dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan beban saudara-saudara kita di NTT. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu membersamai kita semua dan Undip dapat membantu mempercepat proses pemulihan di wilayah NTT,” ujar Prof. Suharnomo.
Sepak terjang D-DART di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undip ini memperpanjang rekam jejak pengabdian kampus. Pusat Penanggulangan Bencana ini sebelumnya sukses mengawal mitigasi krisis berskala nasional. Mulai dari gempa Lombok, Likuifaksi Palu, Pandemi COVID-19, hingga musibah banjir besar di kawasan Semarang-Demak.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.