Tak Terpengaruh Perang, Ekspor Garmen Jateng Amankan Ekonomi Daerah

30 April 2026, 08:26 WIB • 2 menit baca
Tak Terpengaruh Perang, Ekspor Garmen Jateng Amankan Ekonomi Daerah
Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bersama jajaran direksi dan pejabat daerah memotong pita bunga melati sebagai simbolis pelepasan truk ekspor garmen PT ISG menuju Amerika Serikat di Bawen.

SEMARANG, Jatengdata.com – Permintaan pasar internasional terhadap produk tekstil buatan Jawa Tengah tetap tinggi meski bayang-bayang krisis global melanda. Hal ini dibuktikan oleh stabilnya volume ekspor garmen Jateng ke Amerika Serikat yang sukses mengamankan ketersediaan lapangan kerja bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Semarang.

Kinerja industri tekstil daerah menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Perusahaan terus mengirimkan produk ke pasar internasional tanpa hambatan berarti. Hal ini membuktikan bahwa gejolak geopolitik global tidak merusak struktur bisnis riil.

Selanjutnya, Direktur Marketing PT Inti Sukses Garmindo (ISG), Henry Leo Putra, menegaskan stabilitas pasar tersebut. Perusahaan secara rutin memenuhi permintaan pembeli luar negeri setiap bulan.

“Ekspor tidak terpengaruh adanya konflik Timur Tengah yang melibatkan AS,” ujar Henry.

Ia menjelaskan bahwa perusahaan sejauh ini hanya melakukan penyesuaian tarif. Karena itu, volume ekspor garmen Jateng tetap berjalan optimal sepanjang tahun. Bahkan, total pengiriman tahunan mampu menembus angka satu juta potong pakaian.

Tembus Pasar Amerika

Pada pengiriman terbaru, perusahaan melepas puluhan ribu produk. Tujuan utama pengiriman ini berfokus pada ekspor ke Amerika Serikat. Pekerja di industri garmen Semarang dan sekitarnya menyelesaikan tepatnya 22.395 potong pakaian untuk pasar tersebut.

Ilustrasi yang merangkum ketangguhan industri garmen Jawa Tengah dalam mempertahankan volume produksi, menembus pasar Amerika Serikat, dan mengamankan lapangan kerja di tengah krisis geopolitik global.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, merespons positif capaian ini. Ia menilai kelancaran ekspor berdampak langsung pada kesejahteraan pekerja. Oleh karena itu, ketersediaan lapangan kerja di daerah tetap aman.

Pemerintah pusat terus memantau kontribusi sektor padat karya. Stabilitas operasional pabrik memutar roda ekonomi masyarakat sekitar.

“Industri garmen kita harus tambah bagus,” ujar Rachmat.

Selain itu, ketahanan ini menepis kekhawatiran pengusaha terkait dampak konflik Timur Tengah. Aktivitas produksi berjalan normal seperti biasa. Ke depan, pemerintah menjanjikan insentif fiskal untuk mendukung industri secara berkelanjutan.

Editor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Sumber: Pemprov Jateng
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.