Tak Perlu Tunggu September, Jalan Rusak Jateng Segera Dicor!
SEMARANG, Jatengdata.org – Derita warga menghindari lubang jalanan bersiap berakhir bulan ini. Mengambil langkah potong kompas senilai Rp 200 miliar, Pemprov Jawa Tengah menolak menunggu APBD Perubahan demi memuluskan kembali jalan rusak Jateng akibat amukan cuaca ekstrem.
Gubernur Ahmad Luthfi mengambil keputusan tegas menghadapi krisis infrastruktur ini. Ia menilai kondisi fasilitas publik yang menurun drastis membutuhkan penanganan ekstra cepat. Tingkat kemantapan jalan yang semula 94,4 persen pada tahun lalu kini merosot tajam ke 84,6 persen.
“Daripada menunggu anggaran perubahan bulan September, kita melakukan Perkada (peraturan kepala daerah) untuk menggeser beberapa anggaran yang kita gunakan untuk pemeliharaan jalan,” kata Ahmad Luthfi usai Rapat Evaluasi APBD 2026, Senin (8/6/2026), di Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Langkah menerbitkan Perkada menjadi kunci utama manuver percepatan ini. Regulasi tersebut memungkinkan pemerintah memindahkan anggaran tanpa melanggar aturan baku keuangan daerah. Kebijakan taktis Ahmad Luthfi jalan rusak ini menyasar titik-titik berstatus rusak berat agar mobilitas warga segera pulih.
Target Kemantapan Jalan dan Titik Prioritas
Pemerintah mematok target kemantapan perbaikan jalan Jawa Tengah kembali utuh seperti capaian tahun 2025. Rapat evaluasi bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajaran pimpinan daerah menegaskan ambisi tersebut.
Meski bergerak super cepat, proses penanganan jalan rusak Jateng tetap mematuhi koridor hukum. Tahapan pengadaan barang dan jasa membutuhkan waktu agar pemerintah dapat mempertanggungjawabkan hasilnya secara maksimal.
“Perlu ada lelang, perlu ada penggeseran anggaran, perlu ada Perkada agar tidak melanggar peraturan. Jadi memang tidak bisa langsung, tetapi kita sanggup melakukan itu,” tegasnya.
Merespons arahan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) langsung memetakan lokasi prioritas. Jalur Randublatung–Cepu, kawasan Soloraya, dan rute Keling–Kelet di Jepara menduduki daftar teratas kawasan sasaran.
Skema Eksekusi Dua Lapis
Kepala Dinas PUPR Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, memastikan jajarannya telah merencanakan penggunaan dana tambahan tersebut dengan matang. Rencana perbaikan ini turut menyasar wilayah Wonogiri dan titik-titik krusial lainnya.
“Lokasinya sudah ada. Harapannya posisi kemantapan jalan pada akhir 2026 bisa naik kembali,” kata Henggar.
Tim teknis menyusun dua skema eksekusi fisik demi efisiensi waktu pengerjaan. Skema pertama menugaskan Bidang Bina Marga melakukan pengaspalan dua lapis. Metode ini bertujuan menaikkan kualitas struktur jalan secara permanen.
Skema kedua melibatkan pergerakan Balai Pengelolaan Jalan (BPJ). Regu ini bertugas menerapkan pengaspalan satu lapis sehingga mereka bisa mengecor atau menutup seluruh target jalan provinsi dengan aspal baru secara cepat.
Pemprov berharap strategi ganda ini segera menuntaskan masalah jalan rusak Jateng demi mengembalikan kenyamanan lalu lintas antarkota dalam waktu dekat.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.