Stok Beras Jateng Diintai Kemarau Panjang, Luthfi Sebar Ribuan Pompa
SUKOHARJO, Jatengdata.com – Musim kemarau panjang tahun ini mengancam ketahanan pangan jutaan warga. Merespons krisis mematikan tersebut, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi langsung menginstruksikan pemetaan wilayah kritis sekaligus membagikan 17 ribu unit pompa air guna mengamankan sawah para petani.
Para kepala daerah wajib siaga penuh menyambut cuaca ekstrem. Gubernur Ahmad Luthfi meminta seluruh bupati dan wali kota segera memetakan wilayah rawan kekeringan. Langkah pencegahan ini sangat krusial agar ancaman kemarau panjang Jawa Tengah tidak menghancurkan target swasembada pangan.
Pemerintah mematok target produksi padi mencapai 10,5 juta ton pada 2026. Hingga Juli, produksi Jawa Tengah baru menyentuh angka 6,69 juta ton gabah kering giling (GKG).
“Ke depan tantangannya adalah perubahan musim dan musim kemarau yang panjang. Karena itu seluruh bupati dan wali kota harus melakukan mapping wilayah yang terdampak kekeringan agar target swasembada pangan dapat terpenuhi,” ujar Ahmad Luthfi saat menghadiri Panen Raya Padi di Kabupaten Sukoharjo, Rabu (24/6/2026).
17 Ribu Pompa Air Amankan Stok Beras Jateng
Pemerintah provinsi menyiapkan solusi teknis langsung di lapangan. Mereka mengandalkan program pipanisasi, sumurisasi, dan pemanfaatan sumber air baku. Strategi komprehensif ini menjadi tameng utama dalam menjaga stok beras Jateng.
Ahmad Luthfi juga mulai mendistribusikan sekitar 17 ribu unit pompa bantuan ke berbagai daerah rawan. Mesin penyedot ini akan mengairi hamparan sawah yang perlahan mulai mengering.
“Yang penting air sampai ke sawah dan kebutuhan petani terpenuhi,” tegas Luthfi merespons aspirasi para petani terkait kebutuhan air menjelang musim tanam ketiga.
Jaminan Aliran Irigasi Bengawan Solo
Kecemasan petani mengenai isu penutupan air akhirnya sirna. Pihak berwenang secara resmi memastikan pasokan air irigasi, khususnya di wilayah Bendosari dan sekitarnya, berada dalam level aman.
Ketua Tim Pelaksanaan Urusan Pengendalian Pelaksanaan Sungai BBWS Bengawan Solo, Rizhali Triutomi Sahan, memberikan garansi tersebut. Ia menegaskan volume air irigasi masih sangat mencukupi hingga bulan Oktober mendatang.
“Tidak ada rencana penutupan aliran irigasi sehingga kebutuhan air untuk musim tanam ketiga tetap dapat terjaga,” katanya.
Dukungan penuh senada datang dari pemerintah daerah setempat. Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengapresiasi kerja keras para petani sebagai garda terdepan. Ia memastikan sinergi bantuan alat pertanian dari pemerintah kabupaten dan provinsi akan terus berjalan dalam mengantisipasi kemarau panjang Jawa Tengah.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.