Selamat Tinggal Kurir Nyasar! Desa di Kendal ini Rombak Total Sistem Penunjuk Arah Jalan

29 Agustus 2026, 21:15 WIB • 2 menit baca
Selamat Tinggal Kurir Nyasar! Desa di Kendal ini Rombak Total Sistem Penunjuk Arah Jalan
Sinergi mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 211 saat mendirikan plang penunjuk arah di persimpangan utama Desa Putatgede. Peningkatan infrastruktur desa ini dilakukan untuk memudahkan mobilitas warga dan meminimalisasi insiden kurir nyasar.

KENDAL, Jatengdata.com — Pernahkah Anda kesulitan mencari alamat rumah kerabat atau mendengar keluhan kurir paket yang tersesat saat masuk ke area perkampungan? Masalah klasik yang kerap menghambat layanan darurat dan pengiriman barang ini akhirnya resmi diatasi oleh sebuah desa di Kabupaten Kendal melalui perombakan infrastruktur yang cerdas.

Kini, mobilitas warga dan pendatang di Desa Putatgede, Kendal, tak lagi terkendala disorientasi jalan. Perubahan signifikan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara warga setempat dengan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler MIT UIN Walisongo Posko 211 yang sukses merealisasikan pemasangan plang penunjuk arah permanen di berbagai titik krusial.

Inisiatif ini tidak muncul tiba-tiba. Berdasarkan observasi lapangan pada minggu pertama penugasan, ditemukan fakta bahwa banyak persimpangan utama, akses menuju fasilitas publik, hingga perbatasan RW di desa tersebut belum dilengkapi rambu jalan yang memadai. Kondisi “buta arah” ini diakui sering menyulitkan pendatang baru, memperlambat distribusi logistik, hingga berisiko menghambat laju kendaraan layanan darurat yang berpacu dengan waktu.

Perencanaan Sistematis

Menjawab tantangan tersebut, langkah sistematis langsung diambil. Sebelum tahap produksi, tim mahasiswa menggelar diskusi intensif bersama perangkat desa guna memvalidasi batas administratif RT/RW secara akurat. Langkah ini memastikan setiap penunjuk arah yang dipasang memiliki tingkat presisi tinggi.

Memasuki minggu kedua dan ketiga, proses berlanjut pada perancangan desain visual yang mudah dibaca dari kejauhan. Material yang digunakan pun tidak sembarangan; plang dirancang menggunakan bahan khusus yang tahan terhadap cuaca ekstrem agar dapat dimanfaatkan sebagai aset jangka panjang desa.

Puncak dari perombakan tata ruang ini dieksekusi pada 26 Agustus 2026. Melalui aksi gotong royong yang solid, tiang-tiang plang penunjuk arah ditancapkan dan dicor secara permanen di persimpangan-persimpangan strategis desa.

“Kami berharap keberadaan plang penunjuk arah ini tidak hanya memperrapi tata ruang desa, tetapi juga secara praktis membantu wisatawan, kurir pengiriman barang, dan pengunjung luar menemukan fasilitas publik serta batas RT/RW tanpa harus tersesat lagi,” ujar perwakilan mahasiswa KKN.

Inovasi infrastruktur ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Desa Putatgede. Penyerahan plang secara simbolis kini menandai resminya Desa Putatgede memiliki tata ruang yang jauh lebih ramah pendatang, siap menunjang kelancaran aksesibilitas wilayah untuk masa depan.

Kontributor: Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.