Peternak Kini Bisa Atur Jenis Kelamin Anak Sapi, Langkah Ambisius Jateng Genjot Produksi Susu

4 September 2026, 13:50 WIB • 2 menit baca
Lima pejabat mengenakan topi koboi minum susu bersama mendukung target produksi susu Jateng di Livestock Fest 2026.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (tengah) bersama jajaran pejabat Distannak meminum susu segar pada acara Jateng Livestock Fest 2026 di Semarang. Aksi simbolis ini mengkampanyekan komitmen pemerintah daerah dalam menggenjot angka produksi susu Jateng.

SEMARANG, Jatengdata.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerapkan teknologi semen beku sexing pada inseminasi buatan yang memungkinkan peternak mengatur jenis kelamin anak sapi. Inovasi peternakan ini menjadi strategi utama untuk mendongkrak populasi sapi perah untuk meningkatkan produksi susu Jateng.

Balai Inseminasi Buatan (BIB) Jawa Tengah mengembangkan inovasi ini sebagai terobosan krusial. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan, teknologi tersebut mempermudah peternak menyesuaikan kelahiran anak sapi dengan target pengembangan usaha ternak mereka.

“Kalau masyarakat pengin sapinya betina, ya dicarakan di sini. Kalau pengin sapinya menjadi pejantan, bisa. Artinya ini inovasi yang luar biasa. Populasinya bisa kita atur,” kata Taj Yasin saat menghadiri Jateng Livestock Fest 2026 di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jawa Tengah, Semarang, Jumat (4/9/2026).

Ambisi Menjadi Sentra Susu Nasional

Saat ini, Jawa Tengah menyumbang sekitar 9,4 persen terhadap total produksi susu nasional dan menduduki peringkat ketiga. Pemerintah daerah bertekad memperbesar angka produksi susu Jateng melalui penguatan sentra sapi perah di berbagai kabupaten, seperti Batang dan Brebes.

“Kita ingin Jawa Tengah ini menjadi sentra produsen susu,” ujar Taj Yasin.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemprov Jateng menyerahkan bantuan semen beku sapi perah sexing kepada Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang. Pemprov Jateng juga menyalurkan bantuan fisik berupa sapi perah kepada Kelompok Tani Banjarsari I di Desa Semampir, Kecamatan Reban.

Selain itu, pemerintah memberikan sertifikat GFP kepada Kelompok Tani Banjarsari I dan Kelompok Tani Sepet Harum II di Kabupaten Batang.

Akurasi Teknologi dan Edukasi Gizi

Kepala Distannak Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares memaparkan skema kerja teknologi reproduksi tersebut. Menurutnya, pemanfaatan semen beku sexing akan mempercepat lonjakan populasi sapi perah sesuai proyeksi daerah secara presisi.

“Misalnya ada peternak yang memiliki 10 ekor sapi kemudian ingin diinseminasi buatan menjadi betina semua bisa, jantan semua juga bisa,” kata Defransisco.

Pemerintah mengintegrasikan program peningkatan populasi ini secara langsung dengan peluncuran Gerbang Susu Jawa Tengah (Gerakan Pengembangan Persusuan Jawa Tengah). Pemprov Jateng mengimbangi langkah hulu ekosistem persusuan ini dengan dorongan edukasi di sektor hilir, yakni mengajak masyarakat mengonsumsi protein hewani.

“Minum susu itu harusnya tiap hari. Tidak ada hari khusus,” kata Taj Yasin.

Pemerintah menyelenggarakan inisiatif teknologi dan ketahanan pangan ini sebagai bagian dari peringatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 yang berlangsung hingga 26 September 2026. Panitia acara turut mendistribusikan 200 paket gizi berisi ayam, susu, dan telur, serta menggelar Market Hasil Peternakan Berkualitas dan Kreatif Bento Challenge untuk warga setempat.

Kontributor: Raihan Dwi Azile Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.