Pengumuman Hasil Beasiswa Pesantren Obah Jateng 2026: 73 Santri Lolos, Siap Kuliah ke Luar Negeri

3 Agustus 2026, 20:09 WIB • 3 menit baca
Seorang peserta santri mengikuti ujian wawancara dan tes kemampuan baca kitab kuning di hadapan penguji dalam rangkaian seleksi Beasiswa Pesantren Obah Jawa Tengah 2026 yang diselenggarakan oleh LFSP Jateng.
TES WAWANCARA: Suasana ujian wawancara dan tes baca kitab kuning bagi peserta calon penerima Beasiswa Pesantren Obah Jawa Tengah 2026. Melalui proses seleksi akademik dan wawancara ketat oleh Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jateng, sebanyak 73 santri dan pengasuh pesantren resmi dinyatakan lolos untuk melanjutkan studi S1 hingga S3.

SEMARANG, Jatengdata.com – Panitia seleksi resmi menetapkan 73 santri dan pengasuh pesantren lolos seleksi Beasiswa Pesantren Obah Jawa Tengah 2026. Program unggulan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin Maimoen ini memberi kesempatan emas bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan tinggi hingga jenjang S3, baik di kampus top dalam negeri maupun luar negeri.

Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jateng akhirnya mengumumkan kabar gembira ini pada Senin (3/8/2026). Pengumuman itu melalui akun media sosial resmi LFSP, portal www.jatengprov.go.id, dan aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni). Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) sengaja membentuk LFSP untuk mengelola sistem seleksi beasiswa santri dan pengasuh pesantren ini.

Ketua LFSP Provinsi Jawa Tengah, Prof Dr KH Hasyim Muhammad, M.Ag., menjelaskan bahwa sejak pendaftaran buka pada 2025 lalu, sebanyak 942 santri dan pengasuh pesantren dari berbagai daerah di Jawa Tengah mendaftar program bergengsi ini. Para kandidat kemudian menjalani seleksi ketat. Panitia menguji kemampuan baca kitab kuning, hafalan Al-Qur’an, wawasan kepesantrenan, hingga wawasan kebangsaan para peserta.

“Setelah disaring, dari 942 pendaftar, yang lolos 73 orang. Semuanya santri dan pengasuh pesantren, karena beasiswa ini khusus untuk mereka, nama-namanya sudah kita umumkan tanggal 3 Agustus 2026,” katanya, Senin (3/8/2026).

Pilihan Kampus dan Fasilitas Beasiswa Santri Jateng

Dari total 73 peserta yang lolos, 15 orang berhasil meraih beasiswa luar negeri (S1), dan 58 orang mendapatkan beasiswa dalam negeri (S1, S2, dan S3). Peserta beasiswa luar negeri memilih perguruan tinggi ternama di China, Universitas Al Azhar Mesir, hingga Universitas Al Ahgaff Yaman.

Para penerima beasiswa mengambil rincian program studi yang sangat beragam. Untuk S1, mereka memilih Kedokteran, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat (6 orang); Pertanian (1 orang); Saintek (9 orang); dan Keislaman (11 orang). Pada tingkat pascasarjana, mahasiswa mengambil S2 bidang Humaniora (2 orang), S2 bidang Keislaman (16 orang), serta jenjang doktoral atau S3 bidang Keislaman (13 orang).

Guru Besar Bidang Ilmu Pemikiran Islam UIN Walisongo Semarang tersebut menambahkan, LFSP memfasilitasi penerima beasiswa luar negeri dengan pembiayaan kuliah secara penuh. Selain itu juga memberikan biaya visa, biaya hidup (living cost), asuransi kesehatan, dan bantuan tiket pesawat pulang-pergi.

Sementara itu, untuk beasiswa dalam negeri, Pemprov Jateng menyalurkan bantuan dalam bentuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) setiap semester. Panitia mewajibkan peserta yang lolos untuk menghubungi WhatsApp resmi LFSP di 081180006330 guna keperluan koordinasi lebih lanjut.

“Beasiswa akan dimulai pada semester ini, tergantung dari kalender akademik masing-masing perguruan tinggi, yang jelas kampusnya harus yang sudah MoU dengan pemerintah provinsi Jawa Tengah,” imbuhnya.

Pembekalan Khusus untuk Santri Penerima Beasiswa

Di tempat terpisah, mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wagub Taj Yasin Maimoen memastikan Pemprov Jateng segera mengumpulkan para penerima beasiswa untuk memberikan bimbingan teknis serta motivasi belajar.

“Alhamdulilah untuk program beasiwa santri dan pengasuh pesantren sudah selesai semua tahapanya. Perkiraan di pertengahan bulan ini (Agustus) mereka akan kita panggil, kita motivasi agar benar-benar konsen pendidikannya,” ucap Wagub usai menghadiri Rapat Koordinasi Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah di Horizon Ultima Sentraland Simpanglima, Semarang, Senin (3/8/2026).

Wagub mendorong para santri penerima beasiswa dalam negeri untuk tetap hadir dan belajar langsung di kampus, kendati beberapa instansi mungkin tidak mewajibkan perkuliahan tatap muka secara penuh. Selepas kelulusan, mereka wajib kembali ke pesantren masing-masing demi mengamalkan disiplin keilmuan yang telah mereka pelajari.

Mengingat ini adalah tahun perdana implementasinya, Pemerintah Provinsi berjanji akan terus mengawal dan mengevaluasi kualitas program. Jika menunjukkan hasil yang positif, Pemprov Jateng akan kembali membuka pendaftaran Beasiswa Santri Jateng pada tahun depan.

Sebagai informasi, pasangan Luthfi-Yasin merealisasikan beasiswa pendidikan ini sebagai janji politik kampanyenya. Yakni pemenuhan satu di antara 11 program prioritas kampanye mereka yang berfokus pada peningkatan kualitas SDM masyarakat Jawa Tengah.

Kontributor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.