Pendaftaran Borobudur Marathon 2026 Buka Esok, Kuota Ditambah!
MAGELANG, Jatengdata.com –Panitia memprediksi 46.000 pelari kembali memperebutkan tiket emas menuju kawasan Candi Borobudur. Penyelenggara resmi menambah batas peserta menjadi 12.500 slot. Persaingan ketat pendaftaran Borobudur Marathon 2026 ini akan meledak besok, 10 Juli 2026. Jalur masuk menggunakan sistem undian atau ballot Borobudur Marathon yang selalu mendebarkan.
Peluang berharga ini menandai perayaan sepuluh tahun kiprah ajang tersebut sejak pertama kali menggebrak pada 2017. Mengusung tema besar “Decade of Legacy”, perhelatan olahraga ini siap mengubah wajah Kabupaten Magelang pada 15 November 2026 mendatang.
Bertambahnya kuota Borobudur Marathon memberi pilihan tiga nomor lomba menantang. Kategori tersebut yakni 10 kilometer, half marathon (21 kilometer), dan marathon penuh (42 kilometer).
Cara Daftar, Syarat Umur, dan Hadiah
Mengutip informasi pendaftaran dari situs web resmi Borobudur Marathon, seluruh peserta wajib mendaftar melalui sistem ballot (undian) secara online khusus menggunakan aplikasi resmi Borobudur Marathon. Pendaftar WNI maupun WNA pemegang paspor bisa mengikuti ajang bergengsi ini.
Untuk mengakses pendaftaran, Anda wajib mengunduh aplikasi resmi Borobudur Marathon yang tersedia secara gratis di Google Play Store (untuk pengguna Android) maupun Apple App Store (untuk pengguna iOS). Anda cukup mengetik kata kunci “Borobudur Marathon” di kolom pencarian aplikasi, mengunduhnya ke perangkat smartphone, lalu membuat akun pendaftaran.
Terkait regulasi lomba, penyelenggara menerapkan batas usia minimal. Syarat usia minimum untuk kategori Marathon adalah 18 tahun, Half Marathon 16 tahun, dan 14 tahun untuk 10K (terhitung pada Hari Lomba). Peserta di bawah 18 tahun wajib menyertakan surat persetujuan dari orang tua.
Sementara itu, penyelenggara menerapkan larangan “double dipping” untuk hadiah. Artinya, pemenang yang berhak atas hadiah Overall Podiums, Indonesian Podiums, maupun Marathon Indonesian Master hanya bisa mengambil satu hadiah saja dengan nominal tertinggi, apabila ia berhasil memenangi lebih dari satu kategori tersebut.

Incar Perputaran Uang Rp100 Miliar
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melihat ajang lari ini lebih dari sekadar kompetisi fisik semata. Menyambut jadwal BJBM 2026, Pemprov menjadikan event ini sebagai motor penggerak ekonomi warga lokal dan ujung tombak kampanye pariwisata olahraga (sport tourism). Strategi ini sukses mendatangkan ribuan keluarga pelari yang memadati berbagai destinasi wisata.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan penambahan kuota bertujuan mengakomodasi antusiasme masyarakat yang terus meluap. Keputusan strategis terkait pendaftaran Borobudur Marathon 2026 ini juga mengemban misi besar untuk melipatgandakan pendapatan pelaku UMKM, pemilik penginapan, dan pengusaha restoran setempat.
“Tentu saja perputaran uang di kawasan Borobudur kami berharap meningkat ya. Kemarin hampir Rp67 miliar, kami berharap mudah-mudahan bisa tembus Rp100 miliar,” kata Sumarno. Hal itu disampaikannya usai peluncuran acara di Balkondes Ngadiharjo Ngabean, Magelang, Rabu malam (8/7/2026).
Selain mengejar angka, Bank Jateng juga mengkurasi lebih dari 70 UMKM lokal melalui program Bank Jateng Pawone. Langkah ini memastikan para pelari yang lolos ballot Borobudur Marathon mendapatkan sajian kuliner tradisional terbaik sekaligus memberdayakan ekonomi akar rumput secara langsung.
Bebas Klakson dan Penuh Gotong Royong
Keberhasilan mempertahankan gengsi lomba selama satu dekade sangat bergantung pada kolaborasi erat warga desa. Ribuan penduduk kini proaktif turun ke jalan, menyajikan dukungan moral tanpa henti di titik-titik cheering sepanjang lintasan. Keterlibatan emosional inilah yang melahirkan atmosfer perlombaan yang sangat langka di Indonesia.
“Kami ingin Borobudur Marathon menjadi gawenya masyarakat Borobudur. Nilai yang paling penting adalah kebersamaan dan gotong royong. Itulah warisan yang harus terus dijaga agar event ini tetap berkelanjutan,” ujar Sumarno menambahkan.
Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Adi Prinantyo, turut menyoroti keunikan respons warga Magelang menjelang tibanya jadwal BJBM 2026. Ia membandingkan kelapangan dada masyarakat desa ini dengan kondisi di banyak kota besar yang sering mengeluhkan kemacetan akibat penutupan jalan raya.
“Di banyak kota, klakson kendaraan terdengar karena jalan ditutup. Di Borobudur justru minim, karena masyarakat sudah menganggap Borobudur Marathon sebagai event mereka,” kata Adi.
Kejutan Medali Edisi Satu Dekade
Memasuki perayaan spesial tahun ini, panitia rupanya menyiapkan kejutan istimewa bagi para pelari setia yang berhasil mengamankan kuota Borobudur Marathon. Mereka merancang medali apresiasi khusus bagi peserta yang telah mengikuti ajang ini sedikitnya lima kali, termasuk pada edisi 2026.
Penghargaan bergengsi tersebut menjadi simbol dedikasi para pelari tangguh. Medali ini juga mengukuhkan ikatan sejarah yang kuat antara peserta dan semangat kebersamaan di lintasan lari Candi Borobudur selama sepuluh tahun terakhir, memicu euforia luar biasa menjelang hari pendaftaran Borobudur Marathon 2026 esok hari.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.