Perjuangan Terakhir Syabilla, Atlet Selam Jepara Peraih Dua Emas Porprov

26 Oktober 2026, 14:26 WIB • 4 menit baca
Barisan defile atlet dan official kontingen Kabupaten Batang berjaket putih-biru membentangkan spanduk duka cita bergambar Syabilla Rizkia Putri Raharja di lintasan atletik Stadion Jatidiri Semarang.
Momen haru saat pesertadefile kontingen Kabupaten Batang membentangkan spanduk belasungkawa untuk mengenang atlet selam Jepara peraih dua emas, mendiang Syabilla Rizkia Putri Raharja, di lintasan Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Ahad (25/10/2026) malam. Penghormatan tulus diiringi doa dari Gubernur Ahmad Luthfi dan ribuan pasang mata ini menjadi simbol rasa belasungkawa mendalam seluruh keluarga besar olahraga Jawa Tengah.

SEMARANG, Jatengdata.com – Langkah kaki para peserta defile kontingen Kabupaten Batang berjaket putih-biru melambat penuh takzim. Mereka membentangkan spanduk belasungkawa bergambar wajah mendiang Syabilla Rizkia Putri Raharja (22) di lintasan atletik Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada malam pembukaan Porprov Jateng 2026, Ahad (25/10/2026).

Kehadiran spanduk duka cita di tengah barisan marching band mengiringi kepergian atlet selam Jepara peraih dua medali emas tersebut. Mendiang berpulang seusai mengalami insiden pada perlombaan nomor selam laut sejauh 3 kilometer di perairan Pantai Awann Costa, Kota Semarang, Minggu pagi. Suasana haru kian menyelimuti ribuan pasang mata di tribun stadion ketika Gubernur Ahmad Luthfi mengajak seluruh hadirin menundukkan kepala sejenak guna mendoakan sang juara muda.

Dalam spanduk putih-hijau yang merentang di atas lintasan merah bata, potret senyum mendiang Syabilla berseragam kontingen tampak berdampingan dengan tulisan penghormatan atas prestasinya. Mendiang meraih dua medali emas pada ajang olahraga empat tahunan tersebut. Solidaritas tulus dari sesama rekan atlet lintas daerah membuktikan duka kontingen Kabupaten Jepara turut menyentuh hati seluruh keluarga besar olahraga Jawa Tengah.

Dari atas panggung utama Stadion Jatidiri, Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan rasa duka mendalam atas gugurnya salah satu talenta olahraga terbaik daerah saat mengharumkan nama kabupatennya. “Hari ini saya secara pribadi maupun sebagai Gubernur Jawa Tengah merasa kehilangan atas kepergian ananda Syabilla yang mendahului kita. Seluruh yang hadir pada malam hari ini kita doakan almarhumah secara bersama-sama,” kata Ahmad Luthfi.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Jawa Tengah itu turut memanjatkan harapan terbaik bagi ketenangan jiwa almarhumah serta kekuatan hati bagi keluarga besar di Kabupaten Jepara. “Kita doakan almarhumah semoga husnul khatimah dan keluarga ditabahkan,” ujarnya.

Kegigihan Atlet Selam Jepara hingga Dua Ratus Meter Terakhir

Sebelum mengikuti perlombaan di perairan terbuka Pantai Awann Costa pada Minggu pagi pukul 09.00 WIB, Syabilla Rizkia Putri Raharja telah mengharumkan nama daerahnya lewat torehan prestasi gemilang. Ia sukses menyabet dua keping medali emas dari nomor selam kolam untuk kontingen Kabupaten Jepara pada gelaran Porprov Jateng 2026.

Semangat juang tinggi kembali ditunjukkan mendiang saat memimpin jalannya lomba selam laut berjarak tempuh 3 kilometer. Namun, sekitar dua puluh menit berselang atau tepat pukul 09.20 WIB, petugas mencatat adanya kendala fisik ketika sang atlet berada sekitar 200 meter menjelang garis finis.

Ketua KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menceritakan bahwa mendiang sempat melambaikan tangan di tengah perairan arena lomba. Tim penyelamat (rescue) segera mendekati posisi Syabilla dan menawarkan bantuan evakuasi untuk menghentikan perlombaan, tetapi mendiang memilih terus berenang melanjutkan perjuangan.

Tak lama kemudian, mendiang kembali melambaikan tangan saat petugas mendekat. Namun, lagi-lagi mendiang menolak tawaran untuk mengakhiri lomba lebih awal demi menuntaskan lintasan. “Menjelang garis akhir, Syabilla diduga mencapai batas kemampuannya sehingga tenggelam. Lalu dijemput oleh tim rescue untuk dibawa ke darat dan diberikan pertolongan pertama,” kata Sujarwanto.

Tim medis segera membawa Syabilla menuju Rumah Sakit Keluarga Sehat untuk mendapatkan penanganan intensif. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal medis, sang atlet mengalami gagal napas hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Kepergian dara berusia 22 tahun itu meninggalkan kesedihan mendalam karena ia tampil sangat dominan sejak awal kompetisi. “Syabilla memang atlet yang berprestasi. Sebelumnya dia bertanding dalam nomor selam kolam dan berhasil menyabet dua medali emas. Pagi tadi mengikuti nomor selam laut dan sempat memimpin,” ujarnya.

Evaluasi Keselamatan KONI pada Porprov Jateng 2026

Menyusul insiden di Pantai Awann Costa yang juga berdampak pada dua peserta lainnya, jajaran pengurus KONI Jawa Tengah langsung menggelar evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pengamanan lomba. Panitia telah menyiapkan aspek teknis keselamatan dan mengantongi surat keterangan sehat dari dokter untuk setiap peserta sebelum berlomba. Namun, pengawasan di lapangan kini menuntut tindakan yang jauh lebih tegas.

Oleh karena itu, Sujarwanto menginstruksikan seluruh personel penyelamat untuk segera mengevakuasi atlet tanpa kompromi begitu melihat tanda kelelahan pertama di arena pertandingan. “Ke depan, tim rescue sudah kami minta apabila ada atlet yang menyatakan menyerah pada kesempatan pertama, langsung diambil tindakan. Keselamatan nomor satu,” katanya.

Selain memperketat prosedur penghentian lomba, KONI Jawa Tengah juga menambah armada pengamanan untuk nomor pertandingan tersisa. Tambahan armada mencakup tenaga medis, unit ambulans, tim penyelamat, hingga kapal pengawal. Panitia turut memperketat tahapan pemeriksaan kelaikan fisik atlet tepat sebelum mereka terjun ke arena perlombaan.

Bentangan spanduk belasungkawa di lintasan Stadion Jatidiri serta untaian doa dari Gubernur Ahmad Luthfi kini menjadi penghormatan abadi bagi dedikasi Syabilla Rizkia Putri Raharja. Kepergian atlet selam Jepara di panggung Porprov Jateng 2026 meninggalkan pesan mendalam bahwa kemurnian perjuangan seorang atlet harus selalu beriringan dengan perlindungan keselamatan jiwa sebagai prioritas tertinggi di setiap arena olahraga.

Kontributor: rizqi aulia
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.