Prabowo dan Ahmad Luthfi Hadir, Penanganan Backlog Rumah Jateng Tembus 140 Persen

31 Juli 2026, 09:50 WIB • 2 menit baca
Sejumlah warga penerima manfaat berdiri di depan deretan rumah KPR subsidi di Perumahan Puri Delta City Side Batang, wujud nyata percepatan penanganan backlog rumah Jateng.
Sejumlah keluarga penerima manfaat meninjau hunian baru mereka di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Kamis (30/7/2026). Pembangunan rumah murah KPR subsidi ini menjadi bukti nyata keberhasilan penanganan backlog rumah Jateng yang sukses melampaui target hingga 140 persen untuk masyarakat berpenghasilan rendah. (Foto: jatengdata.com/humas Jateng)

BATANG, Jatengdata.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) sukses mencetak rekor fantastis dalam penanganan backlog rumah Jateng. Hingga akhir Juli 2026, realisasi perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sukses mencapai 65.449 unit. Angka ini melonjak 140 persen dari target awal yang hanya sebanyak 46.759 unit.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengumumkan capaian positif ini langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Keduanya menghadiri Akad Massal 62.710 Unit KPR Subsidi di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, pada Kamis (30/7/2026).

Ahmad Luthfi menegaskan bahwa keberhasilan melampaui target backlog rumah Jateng ini berasal dari sinergi kuat banyak pihak. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, dan pengembang terus bekerja sama memperluas akses KPR subsidi. Pembiayaan perumahan kini benar-benar menyasar masyarakat kurang mampu, khususnya kelompok desil satu hingga empat.

Dukungan Penuh Daerah Hadirkan Rumah Murah

Pemprov Jateng tidak hanya fokus pada penyediaan rumah baru bagi warga. Jawa Tengah juga sukses menyalurkan 34.412 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Bantuan ini mendorong masyarakat berpenghasilan rendah meningkatkan kualitas rumah tangga mereka secara mandiri.

Selain itu, 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah turut memperkuat kebijakan perumahan pro-rakyat ini. Seluruh daerah kompak membebaskan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi MBR. Kebijakan strategis ini langsung memangkas biaya kepemilikan hunian dan mempercepat realisasi rumah murah.

Infografis jatengdata.com menunjukkan rekor realisasi KPR subsidi dan penanganan backlog rumah Jateng yang mencapai 65.449 unit atau 140 persen pada Juli 2026.
Infografis capaian rekor penanganan backlog rumah Jateng yang sukses menembus 65.449 unit KPR subsidi. Angka ini mencatatkan realisasi fantastis hingga 140 persen dari target awal, sekaligus menjadikan Jawa Tengah sebagai daerah percontohan nasional dalam penyediaan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto memuji langkah taktis dari Pemprov Jateng ini. Pemerintah pusat akan terus memperluas penyediaan hunian layak melalui kolaborasi lintas sektor. Prabowo berkomitmen menjangkau seluruh warga Indonesia agar segera memiliki rumah.

“Kita terus bekerja keras. Kita mencari cara-cara baru agar jumlah hunian yang masyarakat nikmati semakin banyak,” ujar Prabowo dengan tegas di hadapan peserta akad massal.

Solusi Nasional Percepatan Kesejahteraan

Pemerintah pusat menggelar akad massal 62.710 unit KPR subsidi ini secara serentak di 165 titik. Titik-titik lokasi ini tersebar merata di 372 kabupaten/kota dalam 36 provinsi. Program nasional ini bertujuan mempercepat penyediaan perumahan layak sekaligus menuntaskan krisis hunian warga.

Melalui torehan angka luar biasa ini, Jawa Tengah resmi menjadi daerah percontohan percepatan penanganan backlog rumah Jateng secara nasional. Keberhasilan ini tidak sekadar menaikkan metrik angka kepemilikan properti semata. Lebih dari itu, ketersediaan hunian yang aman, terjangkau, dan layak akan langsung mendongkrak kesejahteraan masyarakat.

Kontributor: Raihan Dwi Azile Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.