Pecah Rekor MURI! 288 Ribu Orang Meriahkan Pembukaan MTQ Nasional 2026 di Semarang

13 September 2026, 11:33 WIB • 3 menit baca
Momen Menko PMK Pratikno memukul bedug di atas panggung bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan jajaran menteri, disambut ribuan kamera ponsel penonton saat malam pembukaan MTQ Nasional 2026 di Semarang.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi beserta jajaran pejabat lainnya memukul bedug penanda dibukanya MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Sabtu (12/9/2026). Perhelatan akbar yang kembali ke Pulau Jawa setelah 47 tahun ini sukses mencetak rekor MURI dengan 288 ribu partisipan hibrida. (Foto: Humas Pemprov).

SEMARANG, Jatengdata.com – Sebanyak 288 ribu peserta gabungan luring dan daring sukses memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) saat menyanyikan Mars MTQ secara kolosal pada malam pembukaan MTQ Nasional 2026 di Semarang, Sabtu (12/9/2026). Perhelatan akbar di Lapangan Pancasila, Simpang Lima ini sekaligus mengakhiri penantian panjang 47 tahun kembalinya kompetisi tilawatil Qur’an tingkat nasional ke Pulau Jawa.

Menko PMK Pratikno bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti memukul bedug tepat pada pukul 21.30 WIB. Langkah serentak para pejabat ini menandai resminya pembukaan MTQ Nasional XXXI.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, ajang MTQ Nasional 2026 Semarang ini membawa nilai historis tersendiri bagi wilayahnya.

“MTQ ke-31 tahun 2026 merupakan momen yang bersejarah bagi Jawa Tengah karena hampir berpuluh-puluh tahun rentang kendali ini tidak pernah sampai di Pulau Jawa,” kata Luthfi.

Pesta Rakyat Lintas Agama

Panitia mencatat 25.000 peserta luring (offline) berkumpul memadati Lapangan Pancasila Simpang Lima. Massa yang hadir mewakili masyarakat umum, ASN, kelompok pengajian, hingga berbagai guru lintas agama di Semarang.

Sementara itu, pelajar, perwakilan sekolah, pegawai kantor, dan masyarakat dari berbagai daerah mengikuti partisipasi masif jalur daring (online) via Zoom. Kolaborasi luring dan daring ini membuahkan rekor nasional yang prestisius.

“Semarang menjadi saksi menyanyikan Mars MTQ masuk rekor MURI,” ujar Luthfi.

Luthfi menilai, partisipasi masyarakat dari berbagai lapisan menunjukkan bahwa kompetisi ini berkembang melampaui batasan perlombaan semata.

“MTQ Musabaqah Tilawatil Quran ini tidak hanya merupakan lomba untuk membaca dan menghafal Alquran, tetapi di dalamnya mempunyai makna sebagai pesta rakyat yang menyatukan masyarakat di lintas agama maupun di lintas latar belakang,” katanya.

‎8 Cabang, 24 Golongan dan 48 Kategori

Gelaran MTQ Nasional 2026 di Semarang ini mempertandingkan delapan cabang lomba dalam 24 golongan dan 48 kategori musabaqah. Materi perlombaan merentang dari tilawah, tafsir dalam tiga bahasa, hingga hafalan Al-Qur’an mulai satu juz sampai 30 juz.

Penyelenggara menggelar perlombaan serentak di 12 venue berbeda di wilayah Kota Semarang, beserta satu titik registrasi khusus.

Ketua Umum LPTQ Nasional, Abu Rokhmad, menjamin 155 dewan hakim akan mengawasi jalannya kompetisi secara objektif. Ia memuji Semarang yang tampil maksimal sebagai tuan rumah.

“Malam ini Kota Semarang tampil sebagai titik temu ulama dan qori dan qoriah, hafiz dan hafizah terbaik bangsa yang datang dari seluruh penjuru negeri,” ujar Abu Rokhmad.

“Independensi, objektivitas dan profesionalitas dewan hakim menjadi variabel kunci yang kami jaga ketat agar hasil kompetisi tetap kredibel dan diterima oleh seluruh kafilah,” katanya.

Pesan Persatuan Presiden

Menko PMK Pratikno hadir mewakili Presiden RI Prabowo Subianto yang sedang melaksanakan kunjungan kerja ke India. Kehadiran kafilah dari ragam bahasa dan tradisi memperkuat bukti tegaknya persatuan nasional.

“Bapak Presiden menyampaikan salam dan penghormatan kepada Bapak Ibu semua dan seluruh peserta MTQ. Bapak Presiden juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya,” kata Pratikno.

Pratikno mengajak seluruh kontingen agar terus menjaga semangat persaudaraan di atas bendera kedaerahan masing-masing.

“Memang Bapak Ibu membawa nama daerah, namun Bapak Ibu dan Saudara-saudara semuanya hadir dalam satu rumah bernama Indonesia,” ujarnya.

Penampilan memukau dari solois religi Opick di hadapan ribuan penonton kawasan Simpang Lima memuncaki kemeriahan pembukaan MTQ Nasional 2026 di Semarang. Cahaya kompetisi yang membawa semangat harmoni ini akan terus bersinar di ibu kota Jawa Tengah hingga 19 September 2026 mendatang.

Baca juga:

Pesona Keberagaman di Balik Pawai Ta’aruf MTQ Nasional Semarang

Kontributor: Imam Abu Maulana
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.