Nanti Malam! Berebut Tuah Tumpeng Songo di Puncak Grebeg Besar Demak 2026

26 Mei 2026, 11:05 WIB • 2 menit baca
Bupati Demak Eistianah memaparkan kesiapan puncak Grebeg Besar Demak 2026 dan pembagian Tumpeng Songo saat prosesi serah terima Abon-abon di Pendopo Notobratan Kadilangu.
Bupati Demak, Dr. Hj. Eistianah, S.E., memaparkan kesiapan agenda puncak Grebeg Besar Demak 2026 saat prosesi serah terima Abon-abon di Pendopo Notobratan Kadilangu. (Foto:Jatengdata.com)

DEMAK, Jatengdata.com– Nanti malam, lautan manusia bakal memadati jantung Kota Wali. Mereka siap memperebutkan Tumpeng Songo pada puncak Grebeg Besar Demak 2026. Warga meyakini tradisi pembagian tumpeng warisan Sultan Fatah ini menyimpan tuah keberkahan. Mereka antusias memburu momen istimewa tersebut tepat pada malam takbiran Iduladha.

Rangkaian budaya suci ini sebenarnya telah memanas sejak satu bulan terakhir. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak mengawali semarak Grebeg Besar Demak 2026 dengan tradisi “Pisoanan”. Mereka juga menggelar ziarah khusus ke makam Sultan Fatah.

Bupati Demak, Dr. Hj. Eistianah, S.E., membongkar langsung agenda puncak ini. Ia menyampaikannya saat memberi sambutan dalam tradisi Abon-abon bersama Keraton Surakarta. Acara sakral ini berlangsung di Pendopo Notobratan Kadilangu, Ahad (24/5) kemarin.

“Di malam takbiran yang puncaknya nanti, kalau di Sesepuh Kadilangu ada ancaan, kalau kami di Pendopo nanti ada iring-iringan Tumpeng Songo,” ujar Bupati Eistianah.

Dari Rute Sakral hingga Penjamasan Pusaka

Malam ini, prosesi iring-iringan Tumpeng Songo akan bergerak membelah keramaian. Rombongan mengambil rute dari Pendopo Kabupaten menuju Masjid Agung Demak. Setibanya di sana, panitia acara langsung membagikan tumpeng peninggalan sang pendiri kerajaan. Lautan warga yang tumpah ruah siap menerima berkah tersebut.

Infografis rute sakral iring-iringan Tumpeng Songo pada malam takbiran Grebeg Besar Demak 2026, yang dimulai dari Pendopo Kabupaten Demak hingga berakhir di Masjid Agung Demak.
Peta panduan rute sakral iring-iringan Tumpeng Songo yang akan membelah jantung Kota Wali pada malam puncak perayaan Grebeg Besar Demak 2026. (Ilustrasi: Jatengdata.com)

Pada saat bersamaan, pihak Kesepuhan Kadilangu juga membagikan sedekah ancaan kepada publik. Perwakilan Keraton Surakarta turut hadir dalam rangkaian Abon-abon sebelumnya. Kehadiran mereka mempertegas pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memajukan wisata budaya Demak.

Namun, kemeriahan arak-arakan malam takbiran ini barulah permulaan. Perayaan puncak Grebeg Besar ini berlanjut hingga esok hari. Masyarakat siap menggelar prosesi inti penjamasan pusaka Sunan Kalijaga bertepatan dengan Hari Raya Iduladha, 27 Mei 2026.

Eistianah meyakini tradisi berbagi massal ini memiliki nilai spiritual tinggi. Rangkaian ritual tersebut juga berdampak sosial positif bagi kehidupan warga. Ia menaruh harapan besar terhadap penyelenggaraan ritual tahunan kebanggaan Kabupaten Demak tersebut.

“Insyaallah membawa keberkahan untuk yang menerima dan terkhusus untuk masyarakat Kabupaten Demak,” ujar Bupati Eistianah memungkasi.

Perayaan Grebeg Besar Demak 2026 ini membuktikan ketangguhan pelestarian budaya daerah. Pemerintah dan warga sukses menjaga kemurnian warisan Kesultanan Demak. Momentum sakral ini sekaligus menjadi magnet kuat bagi pariwisata Jawa Tengah. Publik kini menanti turunnya tuah keberkahan pada malam takbiran tersebut.

Kontributor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.