Muktamar Tapak Suci 2026 Tatap Panggung Dunia, Kapolri Resmi Sandang Gelar Kehormatan di Semarang
SEMARANG, Jatengdata.com – Ribuan pesilat memadati kawasan Simpang Lima Semarang pada Sabtu (8/8/2026). Mereka merayakan pembukaan Muktamar Tapak Suci 2026 dengan sangat meriah. Ajang bersejarah ini menandai transformasi perguruan pencak silat Muhammadiyah menuju organisasi yang mandiri, modern, dan mendunia. Momentum lima tahunan ini juga menegaskan tekad para kader untuk terus mempertahankan akar tradisi kependekaran.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si., memberikan peringatan penting dalam sambutannya. Ia meminta seluruh peserta menjaga jati diri organisasi di tengah arus modernisasi. Kekuatan utama Tapak Suci bersumber pada kemampuannya mengawinkan tradisi kependekaran dengan tata kelola modern.
Haedar mendorong Tapak Suci membangun sistem manajemen profesional yang adaptif terhadap teknologi digital. Ia juga menuntut forum permusyawaratan ini melahirkan kebijakan yang sangat substansial.
Muktamar pantang terjebak pada persoalan pergantian kepemimpinan semata. Peserta wajib menelurkan keputusan strategis yang membawa manfaat nyata bagi umat, persyarikatan, dan negara.
Seusai seremoni, para delegasi segera bergerak memusatkan persidangan di Universitas Muhammadiyah Semarang. Mereka bersiap membedah perubahan AD/ART serta memilih formatur dan pimpinan baru periode 2026–2031.
Penganugerahan Gelar Pendekar Kehormatan
Sorotan lain dalam kemeriahan Muktamar Tapak Suci 2026 menyasar agenda penganugerahan gelar bergengsi. Panitia menobatkan Kapolri dan Wali Kota Semarang sebagai Pendekar Kehormatan. Kedua tokoh ini sukses memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembinaan dan perkembangan pencak silat nasional hingga taraf internasional.
Selain kedua tokoh tersebut, Tapak Suci turut memberikan Gelar Pendekar Kehormatan kepada 20 warga Muhammadiyah. Ketua Umum PP Tapak Suci, Afnan Hadikusumo, memimpin langsung prosesi pelantikan para tokoh tersebut.
“Dengan mengucapkan bismillah, saya melantik saudara-saudara sebagai Pendekar Kehormatan Tapak Suci,” kata Afnan saat meresmikan penyematan gelar.
Penerima gelar ini mencakup kalangan akademisi hingga politisi. Rektor UMY Prof. Dr. Achmad Nurmandi dan Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno masuk dalam daftar penerima. Rektor Unimus Prof. Dr. H. Masrukhi, Rektor UMP Prof. Dr. Jebul Suroso, Ketua PWM Jateng Dr. H. Tafsir, serta jajaran anggota DPR RI H. Muhammad Syauqi, Drs. H. Juliyatmono, M.M., M.H., dan Aziz Subekti juga resmi menyandang sabuk kehormatan tersebut.
Atraksi Mancanegara Bangkitkan Kebanggaan Jateng
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut hangat pelaksanaan perhelatan akbar ini. Ia merasa sangat bangga wilayahnya mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah bagi peserta dari seluruh Indonesia dan perwakilan lima negara.
“Saya hari ini atas nama Pemprov Jateng merasa bangga bahwa Muktamar ini dilaksanakan di Central Java, pusatnya Jawa, pusatnya Nusantara, di Simpang Lima yang kita duduki,” ujar Luthfi.
Luthfi menganggap pencak silat memiliki peran vital dalam membentuk mental bangsa. “Yang tidak kalah penting adalah rasa persatuan dan kesatuan membangun karakter bangsa,” tegasnya.
Visi mendunia perguruan ini langsung mewujud nyata lewat atraksi penutup. Para pendekar mancanegara unjuk kebolehan membawakan jurus andalan mereka. Arthur Brenkman (Belanda), Beloued Hadil dan Sekfane Lahcene (Aljazair), hingga Sanzhar Tuyakbayev (Kazakhstan) tampil sangat gemilang.
Pendekar tongkat Shuaibu Sadiya Adam (Nigeria) dan pesilat wanita dari Timor Leste turut memeriahkan arena Muktamar Tapak Suci 2026 dan menuai aplaus meriah.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.