Mengupas Teknologi Rocket Stove untuk Pengolahan Sampah Anorganik di Magelang
MAGELANG, Jatengdata.com – Kepulan asap pekat berbau menyengat dulunya kerap merayap naik dari dasar jurang Dusun Serut. Warga terbiasa membuang dan membakar limbah di aliran sungai mati akibat ketiadaan fasilitas. Ancaman polusi udara itu kini mereda setelah mahasiswa KKN memperkenalkan teknologi rocket stove untuk memusnahkan limbah secara aman
Masyarakat setempat perlahan meninggalkan praktik pembakaran terbuka di Dusun Serut, Desa Gantang, Kabupaten Magelang. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Misi Khusus (MMK) Posko 03 UIN Walisongo menginisiasi perubahan nyata bersama pemuda Karang Taruna. Mereka merakit alat pembakar minim polusi untuk menjawab keresahan aparatur desa.
“Warga di sini biasanya membuang sampah akhir ke jurang atau sungai yang sudah tidak dialiri air lagi, kemudian dibakar secara terbuka. Jadi sampahnya menumpuk jadi satu. Tetapi kalau sampah organik seperti sisa makanan sayur, sayur dan buah tidak dibuang ke jurang melainkan dijadikan sebagai campuran pakan ternak”, ungkap Kepala Dusun Serut, Sriyanto Muslich, baru-baru ini.
Cara Kerja Pembakaran Suhu Ekstrem
Tim KKN sepenuhnya mengandalkan teknologi rocket stove untuk menuntaskan masalah tumpukan limbah plastik pembawa polusi. Publikasi dari lembaga riset desain tungku global, Aprovecho Research Center, menyebutkan rocket stove merupakan perapian bersuhu tinggi yang dirancang dengan ruang bakar vertikal menyerupai huruf ‘J’ atau ‘L’. Desain struktural tersebut menciptakan daya hisap oksigen berkecepatan tinggi dari bagian bawah tungku.
Aliran oksigen yang masuk lantas mendorong api membakar ulang gas emisi sekaligus partikel sisa arang secara cepat. Pembakaran ganda ini sukses menghasilkan suhu ekstrem mencapai 700 hingga 1.000 derajat Celcius.
Api suhu tinggi tersebut memusnahkan residu anorganik seketika di dalam lorong tungku, serta memecah asap secara maksimal sebelum mengepul ke udara bebas.
Kemandirian Ekologis Warga
Mahasiswa bersama warga merampungkan perakitan fisik perapian canggih ini pada Minggu (2/8/2026). Mereka bergotong royong menyusun material bata ringan tahan panas hingga membentuk lorong pembakaran. Tim KKN sengaja membangun kolaborasi aktif ini sejak awal agar para pemuda desa menguasai teknik perawatan tungku secara mandiri.
Sistem manajemen limbah di wilayah tersebut kini berjalan jauh lebih terarah. Warga mengelola sisa material organik untuk pakan ternak dan melenyapkan sampah plastik lewat tungku pembakar inovatif.
Keberhasilan kolaborasi sosial ini membuktikan sebuah pencapaian penting bagi lingkungan. Masyarakat Dusun Serut mampu memulihkan ruang hidup mereka dari ancaman polusi udara berkat edukasi dan penerapan teknologi rocket stove yang aplikatif dan tepat guna.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.