Koperasi Merah Putih Jateng Cetak Rekor Nasional, KKMP Banjarsari Tembus Omzet Rp300 Juta
SURAKARTA, Jatengdata.com — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencetak rekor nasional dengan mendirikan 8.523 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Keberhasilan program ekonomi ini dibuktikan langsung oleh KKMP Banjarsari, Kota Surakarta, yang sukses meraup omzet Rp300 juta hanya dalam enam bulan. Pencapaian impresif tersebut mewarnai puncak Gelar Produk Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Stadion Manahan, Surakarta, Sabtu (11/7/2026).
Pencapaian provinsi ini terbukti lewat angka nyata. Saat ini, dari total KDKMP yang terbentuk, sekitar 73 persen atau 6.271 koperasi telah beroperasi aktif di masyarakat. Koperasi Merah Putih Jateng kini menghimpun modal lebih dari Rp34,21 miliar dari 200 ribu anggota. Angka fantastis ini menempatkan Jawa Tengah di posisi tertinggi secara nasional.
Bukti nyata keberhasilan program ini tampak jelas di tingkat akar rumput. Baru beroperasi sejak September 2025, KKMP Banjarsari memicu antusiasme warga setelah mencetak lonjakan omzet pada semester pertama 2026. Jumlah anggota koperasi ini melonjak tajam dari 32 orang menjadi 130 orang. Mayoritas anggota baru tersebut merupakan pelaku UMKM lokal, mulai dari pedagang nasi goreng hingga pemilik toko kelontong.
Hub Sembako dan Penggerak UMKM
Koperasi ini tidak sekadar menjual kebutuhan pokok bagi warga setempat. Pengurus merancang tata kelola Koperasi Merah Putih sebagai pusat perputaran ekonomi kerakyatan. Mereka mengambil peran ganda, yakni sebagai penampung (off taker) sekaligus distributor (hub) utama.
Ketua KKMP Banjarsari, Budi Agung Setyowicoyo, memaparkan taktik operasional tersebut. “Kita berperan sebagai off taker dari Koperasi Merah Putih terhadap UMKM dan kita juga akan memerankan diri sebagai hub untuk produk-produk kebutuhan sembako bagi warga kita,” ujar Budi.
Sebagai pusat distribusi, KKMP Banjarsari langsung menggandeng Bulog dan ID Food. Kolaborasi strategis ini memotong rantai distribusi sekaligus memastikan ketersediaan barang. Warga akhirnya menikmati harga bahan pokok yang jauh lebih kompetitif.
Menariknya, seluruh aktivitas berdampak besar ini bermula dari sebuah garasi rumah. Para pengurus menolak menunda pelayanan hanya karena menunggu pembangunan fasilitas fisik.
“Kami sepakat dengan pengurus dan seluruh anggota bahwa kita tidak akan menunggu gedungnya ada. Karena masyarakat sudah menunggu kehadiran Koperasi Merah Putih,” tegas Budi.

Regenerasi Melalui Kurikulum Pendidikan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyadari pentingnya menjaga napas panjang program ini. Pemerintah daerah segera mengintegrasikan pendidikan perkoperasian ke dalam kurikulum pembelajaran sekolah untuk mengamankan momentum kebangkitan ekonomi pada perayaan Hari Koperasi 2026.
Program Insersi Pendidikan Perkoperasian ini menyasar 6,38 juta peserta didik lintas jenjang. Jawa Tengah melangkah sebagai provinsi pelopor yang membumikan sistem pendidikan tersebut. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengungkap urgensi di balik kebijakan visioner ini.
“Kita punya konsep untuk insersi pendidikan koperasi. Karena apa? Pemahaman terhadap konsep koperasi mungkin belum dipahami secara utuh,” ujar Sumarno.
Pemprov Jateng akan mengeksekusi program ini pada jenjang SMA, SMK, MA, dan SLB. Sumarno turut mendorong pemerintah kabupaten dan kota agar segera merapatkan barisan. Sinergi lintas daerah ini bertujuan memastikan anak-anak tingkat SD dan SMP ikut menyerap ilmu perkoperasian. Pendidikan sejak usia dini kelak menjadi fondasi paling tangguh bagi masa depan Koperasi Merah Putih di tanah air.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.