KKN Unsoed Terjunkan 3.761 Mahasiswa, Ada yang Bawa Misi Internasional ke 4 Negara

8 Juli 2026, 10:47 WIB • 3 menit baca
Ribuan mahasiswa mengenakan jas almamater kuning mengikuti upacara pelepasan KKN Unsoed 2026 di Auditorium Graha Widyatama Purwokerto, tampak perwakilan kelompok memegang papan nama Kabupaten Pemalang.
Antusiasme ribuan mahasiswa saat mengikuti prosesi pelepasan KKN Unsoed di Auditorium Graha Widyatama, Purwokerto. Sebanyak 3.761 mahasiswa diterjunkan ke sembilan kabupaten di Jateng, termasuk Kabupaten Pemalang, serta ke empat negara Asia untuk menjalankan misi pengabdian masyarakat. (Foto:Pemprov Jateng)

PURWOKERTO, Jatengdata.com – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) resmi menerjunkan 3.761 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk mendorong kemandirian wilayah di tengah krisis global. Sebagian besar mahasiswa akan membangun ketahanan desa di sembilan kabupaten strategis Jateng dan luar Jawa. Namun, ada pula kelompok KKN Unsoed mendapat misi khusus menjalankan program pengabdian KKN internasional di empat negara Asia.

Pihak kampus mengumumkan langkah ekspansif ini dalam acara pelepasan di Auditorium Graha Widyatama Profesor Rubijanto Misman, Purwokerto, Selasa (7/7/2026). Ribuan peserta pengabdian masyarakat Unsoed tersebut siap bertugas intensif selama 35 hari, terhitung mulai 8 Juli hingga 11 Agustus 2026, demi membangun kemandirian warga dari tingkat kecamatan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyempatkan diri berdialog langsung dengan mahasiswa saat mewakili Gubernur. Ia secara khusus merespons antusiasme perwakilan kelompok yang memaparkan program inovatif, seperti rencana pembuatan alat pembakar sampah minim asap karya mahasiswa di Purbalingga.

Gus Yasin langsung meminta dinas terkait di Pemprov Jateng untuk menyalurkan bantuan alat pengolah sampah. Lebih lanjut, ia menginstruksikan mahasiswa untuk turun tangan mengatasi masalah riil di masyarakat, termasuk stunting dan legalitas UMKM.

“Bantu masyarakat, edukasi mereka tentang kesehatan, enam SPM Posyandu, serta cegah bullying dan kekerasan. Lakukan juga pendampingan literasi teknologi untuk UMKM di tempat KKN,” tegas Gus Yasin.

Pemerintah provinsi sangat menyoroti pentingnya daya saing produk lokal. Oleh karena itu, Wagub mendorong mahasiswa mengeksekusi digitalisasi UMKM desa serta menuntaskan persoalan izin hingga sertifikasi halal gratis bagi usaha yang sudah mapan.

Misi KKN Internasional

Selain berfokus pada ranah domestik di sembilan kabupaten dan luar pulau (Belitung Timur), Universitas juga menyoroti skema KKN Internasional Unsoed. Kampus memperluas jejaring pengabdian untuk merespons tantangan global secara proaktif.

Kepala Pusat Pengembangan KKN LPPM Unsoed, Dr. Ridwan Kamaluddin, menegaskan urgensi dari ekspansi ini. “Melalui program KKN Internasional, mahasiswa Unsoed akan melaksanakan program pengabdian di empat negara atau wilayah, yaitu Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Hongkong,” jelas Dr. Ridwan Kamaluddin.

Para perwakilan muda tersebut memikul tugas berat di lapangan. Mereka wajib membawa misi budaya Indonesia sekaligus menunjukkan kapasitas akademik di tingkat dunia.

Infografis KKN Internasional Unsoed 2026 menampilkan peta sebaran 3.761 mahasiswa dengan misi global pengabdian masyarakat di 4 negara Asia yaitu Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Hongkong.
Infografis sebaran misi KKN Internasional Unsoed 2026. Dari total 3.761 mahasiswa yang diterjunkan, sebagian membawa misi budaya dan akademik ke empat negara Asia selama 35 hari pengabdian intensif. (Grafis: jatengdata.com)

Akselerasi Pembangunan Desa

Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. H. Akhmad Sodiq, memastikan seluruh peserta berangkat dengan bekal karakter dan kompetensi mumpuni. Pihak rektorat menargetkan mahasiswa mampu mengakselerasi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat desa, mulai dari ketahanan pangan hingga pelestarian lingkungan hidup.

Pemerintah daerah turut menyambut positif kehadiran ribuan mahasiswa tangguh ini. Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, menekankan pentingnya penguatan ekonomi lokal yang melek literasi.

“Saya berharap setiap kelompok KKN mampu menyusun program yang berangkat dari kebutuhan riil masyarakat serta potensi yang dimiliki desa masing-masing,” pungkas Dwi Asih Lintarti.

Kontributor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.