15 Santri Tembus Luar Negeri! Beasiswa Santri Pemprov Jateng 2026 Masuki Babak Penentu

25 Juli 2026, 22:31 WIB • 3 menit baca
Calon penerima Beasiswa Santri Pemprov Jateng 2026 sedang mengikuti tes wawancara materi Wawasan Kepesantrenan di hadapan dua orang penguji.
Seorang peserta menjalani ujian wawancara materi Wawasan Kepesantrenan dalam tahapan seleksi akhir Beasiswa Santri Pemprov Jateng 2026 di kantor BPSDMP Provinsi Jawa Tengah, Semarang. Ujian kepesantrenan dan kemampuan membaca kitab kuning menjadi komponen penilaian penting dalam seleksi program unggulan ini.

SEMARANG, Jatengdata.com – Tahapan seleksi Beasiswa Santri Pemprov Jateng tahun 2026 akhirnya memasuki babak puncak. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah meloloskan 15 peserta strata sarjana (S1) untuk menempuh pendidikan tinggi di luar negeri. Panitia secara resmi telah mengumumkan hasil seleksi internasional ini pada 6 Juli 2026 lalu.

Para santri unggulan ini siap menimba ilmu di berbagai negara tujuan yang prestisius. Tiga orang mengambil bidang Sainstek di China, dan satu santri mempelajari kedokteran di Universitas Al-Azhar Mesir. Sementara itu, tiga santri berangkat ke Al Ahqof Yaman, tujuh orang mendalami ilmu keislaman di Al-Azhar Mesir, serta satu peserta mengikuti program Double Degree.

Selain jalur internasional, panitia juga melanjutkan seleksi Beasiswa Santri Pemprov Jateng untuk kuota dalam negeri. Sebanyak 98 orang berhasil melewati tahapan administrasi secara ketat. Angka ini mencakup 43 santri calon mahasiswa S1 dan 55 pengasuh pesantren calon mahasiswa pascasarjana (S2/S3). Menariknya, 10 santri S1 berani mengambil Program Studi Kedokteran, dan 12 orang memilih kelompok Sains, Teknik, serta Matematika.

Ujian Kitab Kuning Jadi Penentu

Seluruh peserta yang lolos administrasi wajib mengikuti tes wawancara akhir pada pekan ini. Sebanyak 55 calon mahasiswa S2 dan S3 menjalani ujian pada Sabtu (25/7/2026). Selanjutnya, 43 calon mahasiswa S1 menyusul tes wawancara pada Minggu (26/7/2026). Proses seleksi ini bertempat di kompleks kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDMP) Provinsi Jawa Tengah, Semarang.

Panitia akan merilis hasil wawancara pada 3 Agustus 2026 mendatang. Peserta dapat mengakses pengumuman tersebut melalui situs resmi pemprov maupun aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni).

Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, Prof. Dr. KH Hasyim Muhammad, M.Ag., memberikan penjelasan detail terkait seleksi ini. Ia menyebut Pemprov Jateng telah menugaskan LFSP untuk mengawal seluruh tahapan beasiswa sejak November 2025. Langkah strategis ini merupakan perwujudan Program Pesantren Obah yang menjadi inisiatif unggulan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

Peluang Emas Santri Salaf

Hasyim menegaskan bahwa program ini membuktikan kepedulian nyata pemerintah daerah terhadap masa depan pesantren. “Di luar sana banyak beasiswa, tetapi kemungkinan santri salaf sulit bersaing. Karena itu, Pemprov Jateng secara spesial memberikan peluang emas ini agar membawa berkah bagi semua,” jelasnya.

Ketua Panitia Seleksi, Dr. Wahid Abdulrahman, membeberkan empat poin utama yang menjadi materi wawancara. Tim penguji menilai kemampuan membaca kitab kuning dengan porsi terbesar mencapai 50 persen. Komponen penilaian lainnya meliputi hafalan Al-Qur’an (20 persen), wawasan kebangsaan (15 persen), serta wawasan kepesantrenan (15 persen).

Tingginya antusiasme terhadap program perdana Beasiswa Santri Pemprov Jateng ini terlihat dari total 942 pendaftar yang masuk. Panitia menyeleksi 702 santri dan 240 pengasuh pesantren untuk memperebutkan kursi di berbagai kampus mitra. Ke depan, pemerintah berencana terus membuka program serupa untuk mencetak lebih banyak SDM santri yang kompetitif dan berkualitas.

Kontributor: Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.