Tidur Panjang 7 Tahun, Kesenian Kubro Jiwo Mudo Bangkit Berkat Mahasiswa

27 Agustus 2026, 11:54 WIB • 2 menit baca
Mahasiswa KKN UIN Walisongo dan warga menampilkan kesenian tari tradisional Kubro Jiwo Mudo dengan kostum cerah bernuansa biru, merah, dan topi berbulu di bawah tenda malam tirakatan kemerdekaan di Dusun Garon Magelang
Kolaborasi harmonis mahasiswa KKN UIN Walisongo dan warga Dusun Garon saat membawakan tarian kesenian Kubro Jiwo Mudo pada malam tirakatan kemerdekaan. Penampilan ini menandai kebangkitan kembali warisan budaya lokal yang sempat terhenti sejak 2019.

MAGELANG, Jatengdata.com – Malam itu, di bawah kerlap-kerlip lampu dan deretan panji merah putih yang menghiasi halaman rumah Kepala Dusun Garon, sebuah keajaiban kecil terjadi. Irama kesenian Kubro Jiwo Mudo yang telah lama tertidur akhirnya kembali menggema bersahutan pada Ahad malam, 16 Agustus 2026. Kebangkitan pelestarian budaya lokal ini rupanya bermula dari langkah tulus dan tak terduga sekumpulan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo.

Di bawah tenda perayaan, para penari muda memancarkan pesona magis. Mereka berbalut busana cerah perpaduan lengan panjang biru, rompi merah bermanik, balutan kain batik, hingga hiasan kepala berbulu nan menjulang tinggi.

Kesenian Kubro Jiwo Mudo yang merupakan kebanggaan Dusun Garon Magelang ini sejatinya terakhir kali dipentaskan pada tahun 2019. Selama bertahun-tahun, panggung kesenian desa sempat senyap. Namun, inisiatif mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang mengubah segalanya ketika mereka menyatakan keinginan untuk berlatih dan memeriahkan acara malam tirakatan.

Kebangkitan Kesenian Kubro Jiwo Mudo

Gayung bersambut, antusiasme tulus ini langsung memantik kembali semangat warga desa. Ketua RW Dusun Garon, Kenang, menyambut hangat niat pelestarian budaya lokal tersebut. “Bagus, saya akan support,” tegas Kenang saat memberikan restu.

Di bawah arahannya, para mahasiswa membaur bersama masyarakat. Mereka tekun mempelajari setiap lekuk gerakan kesenian Kubro Jiwo Mudo dalam suasana latihan yang santai dan penuh kebersamaan. Latihan ini bukan sekadar ajang menghafal koreografi, melainkan ruang interaksi untuk mendalami makna warisan leluhur Dusun Garon Magelang.

Puncak malam tirakatan kemerdekaan pun menjadi saksi bisu kemeriahan yang lama dirindukan. Penampilan kolaboratif antara mahasiswa KKN UIN Walisongo dan warga setempat sukses memukau seluruh pasang mata yang hadir.

Suasana malam semakin pecah oleh rasa bangga saat warga menyaksikan mahasiswa turut tampil energik bersama para pelaku kesenian Kubro Jiwo Mudo asli. Kehadiran mereka seakan menyuntikkan nyawa baru. Sebuah letupan yang menumbuhkan kembali semangat generasi muda desa terhadap kesenian lokal yang sempat redup.

Keterlibatan penuh mahasiswa KKN UIN Walisongo dalam menghidupkan kembali kesenian Kubro Jiwo Mudo menjadi pengalaman berharga yang melampaui kewajiban akademis belaka. Momen ini adalah potret nyata bahwa upaya pelestarian budaya lokal selalu membutuhkan kolaborasi partisipatif yang menyenangkan.

Dengan melebur dan membuka hati bersama masyarakat Dusun Garon Magelang, warisan budaya yang tertidur lelap akhirnya bisa kembali bersinar dan menginspirasi.

Kontributor: KKN MMK UIN Walisongo Posko 07
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.