Kejurnas Tinju Solo Resmi Digelar, Buru Penerus Legenda Chris John

5 Juli 2026, 11:32 WIB • 2 menit baca
Dua atlet tinju bertato saling berbalas pukulan sengit di atas ring dengan latar belakang layar bertuliskan Kejuaraan Tinju Nasional dalam ajang Kejurnas Tinju Solo.
Dua petinju profesional beradu pukulan di atas ring dalam ajang Kejurnas Tinju Solo di Hotel Sahid Jaya, Surakarta, Sabtu (4/7/2026). Kompetisi ini menjadi langkah awal Gubernur Ahmad Luthfi bersama ATI untuk mencari atlet tinju Jawa Tengah sebagai penerus legenda kelas dunia, Chris John. (Foto: Pemprov Jateng)

SURAKARTA, Jatengdata.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menargetkan lahirnya petinju kelas dunia baru lewat ajang Kejurnas Tinju Solo di Hotel Sahid Jaya, Surakarta. Kejuaraan nasional yang berlangsung pada 4–5 Juli 2026 ini memperebutkan Sabuk Emas Gubernur dan Sabuk Emas Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) dengan misi utama membangkitkan kembali masa kejayaan tinju di Jawa Tengah.

Langkah nyata kebangkitan ini terlihat saat Ahmad Luthfi menyerahkan penghargaan utama secara langsung usai laga pembuka pada Sabtu (4/7/2026). Ia menilai banyak sasana lokal memiliki potensi besar untuk mencetak juara, bukan sekadar tempat berlatih biasa.

“Di Jawa Tengah ada banyak atlet-atlet tinju dan sasana yang tidak hanya untuk sebagai wahana latihan, tetapi harus menelurkan suatu prestasi dengan mencetak karakter anak-anak muda kita,” ujar Ahmad Luthfi.

Selain membentuk nilai disiplin dan sportivitas, penyelenggaraan acara berskala nasional ini terbukti mampu menggerakkan ekonomi daerah. Oleh karena itu, Ahmad Luthfi mendorong kolaborasi berkelanjutan dengan ATI untuk memperluas area pertandingan berbasis pariwisata (sport tourism).

“Olahraga merupakan style gaya hidup bagi anak-anak muda ke depan. Sehingga tidak hanya menelurkan atlet tetapi juga menjadi sport tourism di wilayah,” kata Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya inovasi tersebut.

Memburu Penerus Legenda Tinju

Sementara itu, Ketua DPW ATI Jawa Tengah, Asri Purwanti, menjadikan momentum kompetisi ini sebagai langkah awal mencari penerus legenda Chris John dari kalangan atlet tinju Jawa Tengah. Untuk mewujudkannya, ATI menyiapkan konsep sportainment yang memadukan pertandingan dengan hiburan agar olahraga ini kembali diminati masyarakat luas.

Asri menilai kolaborasi bersama pemerintah provinsi menjadi kunci penyelamatan cabang olahraga ini. “Dukungan dari Gubernur dan Pemprov Jateng sangat penting. Kami ingin tinju menjadi prioritas juga di Jawa Tengah karena saya melihat saat ini agak tenggelam,” ujar Asri.

Ke depan, penyelenggara berkomitmen menggelar kejuaraan secara rutin di berbagai kabupaten dan kota. Strategi ini diharapkan ampuh meramaikan kembali sasana-sasana kecil dan mempermudah proses pencarian bibit unggul petarung ring berskala internasional.

Kontributor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.