Keren! Inovasi Pengelolaan Sampah Dosen Sosiologi Unsoed Borong 5 Penghargaan Internasional

14 Oktober 2026, 12:26 WIB • 3 menit baca
Dosen Sosiologi Unsoed, Salsabila Damayanti, tersenyum sambil memegang beberapa piagam penghargaan internasional dari ajang Global Youth Innovation Summit (GYIS) 2026 untuk inovasi pengelolaan sampahnya.
Dosen Sosiologi Unsoed, Salsabila Damayanti, memamerkan piagam penghargaan yang diraihnya dalam ajang Global Youth Innovation Summit (GYIS) 2026 di Malaysia dan Singapura, berkat inisiatif inovasi pengelolaan sampah berbasis komunitas bernama Re:Device

PURWOKERTO, BANYUMAS, Jatengdata.com – Inovasi pengelolaan sampah dari Indonesia kembali menjadi sorotan dunia berkat karya cemerlang Salsabila Damayanti. Dosen Sosiologi Unsoed ini sukses memborong lima penghargaan internasional bergengsi di ajang Global Youth Innovation Summit (GYIS) 2026. Pencapaian membanggakan tersebut diraih berkat sistem lingkungan Re:Device (Redesigning the Life of What We Call Waste) yang sukses memberdayakan masyarakat.

Salsabila mengembangkan inisiatif ini untuk menjawab tantangan lingkungan masa kini. Sistem tersebut menghubungkan berbagai elemen dalam sebuah ekosistem sirkular komunitas yang dinamis.

Rumah tangga, bank sampah, dan TPST saling bekerja sama dengan sangat erat. Selain itu, kelompok PKK dan perajin lokal juga ikut berperan aktif mengolah material. Pasar lokal kemudian menyerap produk hasil olahan tersebut secara optimal.

“Melalui mekanisme tersebut, material diarahkan menuju jalur pemanfaatan yang paling layak, mulai dari penggunaan kembali dan daur ulang hingga upcycling menjadi produk bernilai guna,” jelasnya kepada media, Selasa (13/10/2026).

Sistem ini benar-benar menjembatani proses pengumpulan limbah dan penciptaan produk baru. Masyarakat juga mendapatkan akses pasar serta menerima manfaat ekonomi secara langsung.

Di samping itu, inovasi pengelolaan sampah ini menggunakan kode QR untuk mencatat perjalanan material. Pencatatan digital ini tentu memperkuat transparansi data bagi semua pihak.

Solusi Berkelanjutan Dosen Sosiologi Unsoed

Salsabila menegaskan bahwa masyarakat tidak selalu harus membangun sistem baru. Komunitas hanya perlu mengoptimalkan potensi yang sudah tersedia melalui kolaborasi terarah.

“Indonesia does not need every community to build a new recycling system. It needs every community to know where its materials can go next,” ungkapnya.

Selanjutnya, pendekatan inisiatif ini selalu menempatkan warga sebagai aktor pelestarian utama. Keterlibatan aktif perempuan dan pemuda sukses mendorong penguatan keterampilan kewirausahaan sirkular.

Hasilnya, terobosan ini sangat sejalan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs). Terutama, program ini mendukung penuh praktik konsumsi serta produksi yang bertanggung jawab.

Raihan Penghargaan Internasional

Acara Global Youth Innovation Summit (GYIS) 2026 ini berlangsung sangat kompetitif. Kompetisi tersebut bergulir di Malaysia dan Singapura pada 28 September hingga 2 Oktober 2026.

Dalam ajang bergengsi ini, Salsabila memborong total lima penghargaan internasional sekaligus. Rinciannya, Juara 1 SDGs Project Video dan Juara 1 Best Speaker. Kemudian, ia juga meraih Juara 2 SDGs Project Presentation, Most Inspirational Leader, serta Best Team.

Pencapaian luar biasa ini membuktikan kemampuan kolaborasi lintas sektor sang akademisi. Ke depannya, ia berharap program inovasi pengelolaan sampah ini segera terimplementasi dan terevaluasi luas.

“Sampah mungkin mengakhiri satu masa guna, tetapi tidak harus mengakhiri nilainya. Ketika kita mampu menghubungkan potensi, membangun kolaborasi, dan memastikan manfaatnya kembali kepada masyarakat, kita tidak sekadar mengelola sampah, kita sedang merancang masa depan yang lebih berkelanjutan,” pungkasnya

Kontributor: Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.