Harga Tomat Anjlok Rp500, Ini Siasat Mahasiswa Selamatkan Panen Petani Magelang
MAGELANG, Jatengdata.com – Anjloknya harga tomat hingga menyentuh angka Rp500 per kilogram di Desa Kapuhan, Kabupaten Magelang, membuat petani harus merelakan hasil panennya. Merespons krisis nilai jual ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo mengajak warga mengubah tomat murah tersebut menjadi produk saus bernilai jual lebih tinggi.
Petani tomat di Desa Kapuhan biasanya menghadapi masa panen raya pada rentang bulan Juli hingga Agustus. Melimpahnya stok di pasar justru menekan harga komoditas ini turun drastis dari Rp2.000 menjadi hanya Rp500 per kilogram. Kondisi pasar tersebut membuat modal awal petani tidak sebanding dengan hasil akhir penjualan yang mereka terima.
Andes, salah satu petani setempat, bahkan memberikan dua kilogram hasil panen tomatnya secara langsung kepada mahasiswa KKN Mandiri Misi Khusus (MMK) Posko 4 UIN Walisongo.
“harga tomat sekarang 500-1000 rupiah mbak, mas. Makanya saya kasih ini tomat karena panen banyak dari pada busuk dirumah,” tuturnya.
Strategi Peningkatan Nilai Tambah
Merespons potensi kerugian yang membebani warga, mahasiswa KKN UIN Walisongo menggelar demonstrasi pembuatan saus tomat di aula balai desa Kapuhan pada 22 Agustus 2026. Kegiatan pemberdayaan ini melibatkan ibu-ibu perwakilan dari setiap rukun tetangga (RT).
Dalam pelatihan tersebut, warga mempraktikkan pengolahan satu kilogram tomat segar yang dipadukan dengan bumbu pendukung. Bahan tambahan yang digunakan meliputi delapan siung bawang putih, 12 biji cabai merah keriting, satu sendok makan garam, serta empat sendok makan gula.
Inovasi olahan sederhana ini mampu mendongkrak nilai jual produk akhir menjadi kisaran Rp4.000 hingga Rp5.000.
Selain pelatihan produksi, mahasiswa UIN Walisongo juga berkolaborasi dengan mahasiswa KKN Institut Agama Islam An-Nawawi Purworejo untuk menyosialisasikan pentingnya kepemilikan sertifikasi halal. Defi Widayanti, S.E., bertindak sebagai pemateri yang menjelaskan pentingnya legalitas produk olahan tersebut.
Antusiasme Warga dan Ketahanan Pangan
Sosialisasi sertifikasi halal ini bertujuan memberikan kepastian hukum, kenyamanan, serta jaminan kehalalan produk konsumsi bagi masyarakat. Penjelasan ini memancing antusiasme besar dari para warga yang telah memiliki Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di rumahnya.
Tingginya minat peserta terlihat nyata dari keaktifan mereka mengikuti setiap tahapan pelatihan saus tomat untuk dikembangkan sebagai usaha rumahan. Warga Desa Kapuhan kini memiliki pemahaman baru mengenai pentingnya inovasi dalam merespons permasalahan ekonomi di sektor pertanian.
Program inovasi ini sejalan dengan tema KKN terkait optimalisasi potensi lokal untuk memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan. Pemanfaatan hasil panen secara maksimal diharapkan mampu menaikkan taraf kesejahteraan warga sekaligus menekan potensi kerugian saat harga tomat anjlok ketika panen raya melimpah ruah.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.