Blak-blakan di Haul Mbah Moen! Gus Yasin ‘Todong’ Menteri Nusron Selamatkan 2.000 Tanah Wakaf Jateng

24 Mei 2026, 22:38 WIB • 2 menit baca
Gus Yasin Maimoen, berpakaian kemeja hitam dan peci hitam, sedang berbicara menggunakan mikrofon di hadapan jemaah pada acara Haul ke-7 KH Maimoen Zubair, ditemani seorang tokoh lain yang berpakaian jubah putih.
Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin, kanan) menyampaikan sambutan saat peringatan Haul ke-7 KH Maimoen Zubair di Ponpes Nashrul Ummah Kudus, Sabtu malam, 23 Mei 2026. Di sebelahnya duduk seorang tokoh penting dalam pakaian jubah putih.

KUDUS, Jatengdata.com- Ribuan aset umat terancam jatuh ke pihak tak bertanggung jawab atau beralih status hukum. Merespons ancaman ini, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengambil langkah berani dengan mendesak langsung Menteri ATR/BPN Nusron Wahid untuk segera menerbitkan sertifikat 2.000 tanah wakaf di Jawa Tengah.

Momen desakan strategis ini terjadi di hadapan ribuan jemaah saat peringatan Haul ke-7 KH Maimoen Zubair di Ponpes Nashrul Ummah Kudus, Sabtu (23/5/2026) malam.

Gus Yasin mengambil langkah taktis ini karena maraknya laporan mengenai alih fungsi lahan sepihak di berbagai daerah. Ketidakjelasan status hukum lahan tersebut sering kali memicu konflik sosial yang merugikan jemaah di tengah masyarakat.

“Banyak kisah masyarakat tentang tanah wakaf yang berubah alih status. Hal itu terjadi, karena belum disertifikatkan,” ujar Gus Yasin saat menyampaikan sambutan.

Ancaman Sengketa Lahan di Jawa Tengah

Gus Yasin menilai urgensi penyelesaian sertifikat tanah wakaf sudah sangat mendesak. Data tahun 2025 mencatat sekitar 2.000 titik lahan ibadah di wilayah ini belum memiliki legalitas agraria resmi.

Infografis berjudul Amankan 2.000 Tanah Wakaf Jawa Tengah. Menampilkan tiga poin utama: 2.000 lahan ibadah belum bersertifikat pada 2025, ilustrasi Gus Yasin mendesak Menteri ATR/BPN mempercepat sertifikasi, dan ilustrasi perisai di atas peta Jateng untuk mencegah sengketa lahan aset umat.
Infografis ringkasan urgensi percepatan penerbitan sertifikat tanah wakaf di Jawa Tengah. Gus Yasin mendesak pendataan menyeluruh terhadap 2.000 titik lahan ibadah guna mencegah konflik sosial, sengketa, dan alih fungsi aset umat secara sepihak. (Grafis: Jatengdata)

Oleh karena itu, Gus Yasin mendorong jajaran BPN Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan pendataan menyeluruh secara cepat. Langkah antisipatif ini bertujuan untuk membentengi aset umat dari potensi sengketa tanah Jateng pada masa depan.

“Mumpung di sini ada dari BPN Provinsi, mohon diperintah untuk mendata tanah-tanah wakaf untuk segera disertifikatkan,” ujar Gus Yasin di hadapan para pejabat agraria.

Gerakan pengamanan aset ini juga menjadi bentuk ketaatan terhadap hukum fikih Islam. Kepastian hukum tersebut akan memberikan kenyamanan bagi warga muslim yang ingin menjaga kesucian amal ibadah para pewakaf lahan.

Respons ATR/BPN dalam Momen Haul Mbah Moen

Mendengar desakan tersebut, Menteri Nusron Wahid menyambut positif usulan percepatan legalitas aset keagamaan tersebut. Pemimpin kementerian agraria itu berkomitmen memberikan perhatian khusus demi kemaslahatan masyarakat luas.

Interaksi strategis kedua tokoh ini berlangsung di sela-sela peringatan Haul Mbah Moen yang ketujuh. Jajaran Forkopimda, para ulama terkemuka, serta ribuan jemaah turut memadati Ponpes Nashrul Ummah Kudus untuk mengikuti seluruh rangkaian acara keagamaan tersebut hingga usai.

Editor: Agung S Bakti
Sumber: Humas Pemprov
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.