Game Edukasi Wayang Pikat Siswa SD Semarang, Kini Bisa Diakses Gratis

1 September 2026, 11:50 WIB • 2 menit baca
Siswi SD Negeri Kalibanteng Kulon 01 Semarang tersenyum sambil menunjuk layar laptop yang menampilkan rapor nilai sempurna setelah menyelesaikan level game edukasi wayang.
Seorang siswi SD Negeri Kalibanteng Kulon 01 Semarang menunjukkan Rapor Jejak Pandawa usai menuntaskan misi membedakan perbuatan baik dan buruk melalui game edukasi wayang berbasis Chromebook, Kamis (30/7/2026).

SEMARANG, Jatengdata.com – Sebuah game edukasi wayang berbasis digital kini sukses memikat puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) di Semarang untuk semangat belajar nilai moral. Inovasi teknologi bernama Sikapandawa ini terbukti membuat 21 siswa SD Negeri Kalibanteng Kulon 01 antusias menuntaskan misi pendidikan budi pekerti melalui layar Chromebook mereka.

Permainan digital ini menghadirkan sepuluh level interaktif untuk menguji pemahaman anak-anak. Setiap pemain mendapat tantangan mengenali perbuatan baik dan buruk dengan meneladani karakter kejujuran Yudhistira hingga keberanian Bima. Menariknya, publik bisa langsung mengakses platform perangkat lunak ini secara gratis melalui situs web sikapandawa.com.

Metode gamifikasi tersebut mempercepat adaptasi anak-anak terhadap materi dibandingkan cara konvensional. Kepala SD Negeri Kalibanteng Kulon 01, Novi Arummi, langsung memberikan respons positif terhadap terobosan pembelajaran yang menggabungkan teknologi dan kearifan lokal tersebut.

“Program ini sangat bermanfaat bagi anak-anak dan menjadi sesuatu yang baru dalam proses pembelajaran mereka,” ujar Novi Arummi, baru-baru ini.

Evaluasi Karakter Menuju Dalang Cilik

Karya digital ini merupakan hasil rancangan tim mahasiswa Unimus Semarang lewat Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM). Pelaksanaannya terbagi menjadi dua tahap, yakni Misi Pandawa pada 27 Juli 2026 dan Jejak Pandawa pada 30 Juli 2026. Selain bermain, para peserta juga mengikuti sesi refleksi dan praktik membuat wayang dari bahan duplex.

Rangkaian aktivitas kreatif ini menjadi jembatan persiapan menuju puncak acara pagelaran mandiri bertajuk Dalang Cilik. Tim PKM-PM Sikapandawa terus memantau perkembangan karakter setiap anak selama proses pendampingan berlangsung.

“Kami berharap nilai-nilai yang dipelajari tidak berhenti pada kegiatan program, tetapi dapat diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Kami juga berharap mereka tetap semangat menuju tahap pagelaran dalam Dalang Cilik,” sebut perwakilan Tim PKM-PM Sikapandawa.

Kehadiran game edukasi wayang ini secara nyata memperkaya referensi metode pengajaran pendidikan budi pekerti agar tetap relevan dengan zaman. Kolaborasi teknologi dan budaya lokal persembahan mahasiswa Unimus Semarang ini sukses menjadi teladan inovasi pembelajaran interaktif bagi ekosistem pendidikan, khususnya di SD Negeri Kalibanteng Kulon.

Kontributor: Raihan Dwi Azile Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.