Tak Perlu Takut Gagal Panen, Petani di Jateng Kini Digaji Setara UMR

17 September 2026, 15:56 WIB • 3 menit baca
Petani Jawa Tengah tersenyum optimis sambil mengepalkan tangan di tengah sawah padi yang menguning, mengilustrasikan kebahagiaan atas jaminan gaji petani setara UMR dari program JTAB.
Keterangan (Caption) ILUSTRASI – Seorang petani mengekspresikan kebahagiaannya di hamparan sawah yang siap panen. Melalui program "JTAB Petani Gajian", Pemprov Jawa Tengah memberikan kepastian modal, serapan hasil panen, hingga jaminan gaji petani setara UMR per hektare untuk meningkatkan kesejahteraan sektor agraris. (Foto: Ilustrasi AI).

SEMARANG, Jatengdata.com – Beban berat petani akibat minimnya modal dan harga yang kerap anjlok saat panen kini menemukan solusi nyata di Jawa Tengah. Melalui program “JTAB Petani Gajian”, para petani Jateng tidak hanya menerima dukungan modal penuh sejak awal musim tanam, tetapi mereka juga langsung mengantongi penghasilan bulanan atau gaji petani setara Upah Minimum Regional (UMR) per hektare.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyadari besarnya manfaat skema perlindungan ekonomi tersebut. Ia pun meminta PT Jawa Tengah Agro Berdikari (JTAB) selaku inisiator untuk segera memperluas cakupan wilayah program “JTAB Petani Gajian” ini ke berbagai daerah.

Ahmad Luthfi menargetkan 1,5 juta hektare lahan pertanian di Jawa Tengah bisa masuk ke dalam ekosistem perlindungan ini. Dengan demikian petani Jateng bisa semakin sejahtera.

“Ini bagus. Harus diperluas. JTAB koordinasi lagi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan yang punya datanya, kabupaten mana yang bisa di-cover program ini. Kalau bisa ter-cover semua maka akan aman karena ada kepastian untuk petani,” ujar Ahmad Luthfi saat menerima audiensi PT JTAB di Semarang, Kamis (17/9/2026).

Ahmad Luthfi memandang skema ini sangat strategis karena menyentuh langsung para pekerja di lapangan, bukan hanya pemilik lahan.

“Sebisa mungkin luasan itu dan petani yang menggarap dapat merasakan manfaat dan perlindungan dari program tersebut,” tambahnya.

JTAB Gandeng Asuransi dan Bertindak Sebagai Off-Taker

JTAB mencatat sekitar 80 petani yang mengelola 200 hektare lahan telah menikmati program “JTAB Petani Gajian” hingga September 2026. Program inovatif ini sudah bergulir di sejumlah wilayah,seperti di Sukoharjo, Sragen, Klaten, dan Kabupaten Semarang. Adapun fokus komoditasnya adalah padi, bawang merah, dan jagung.

Direktur Utama PT JTAB, Totok Agus Siswanto, menjelaskan bahwa sistem ini bertujuan agar petani Jateng tidak lagi menanggung risiko sendirian. JTAB juga menggandeng PT BPR BKK untuk pembiayaan, Jamkrida untuk penjaminan kredit, serta Jasindo untuk mengamankan asuransi gagal panen.

“Melalui Program JTAB Petani Gajian ini, kita coba bantu kendala-kendala petani terkait kesejahteraan yang kurang. Mulai bantuan modal, pengaturan komoditas yang ditanam, lalu kami kasih penghasilan (gaji) sesuai UMR per hektare, dan kemudian kami sebagai off taker hasil panen,” kata Totok.

Kepastian harga beli sejak awal tanam ini berpotensi menarik kembali minat generasi muda ke sektor agraris dan meningkatkan taraf kesejahteraan petani.

“Harapan kami dengan adanya kejelasan dan masa depan yang bagus, nanti akan membuat petani-petani muda kita mau terjun ke sawah. Dari awal kita sudah ada kesepakatan harga beli hasil panen,” jelasnya.

JTAB sendiri menargetkan jangkauan program JTAB Petani Gajian ke 1.000 petani dalam waktu dekat.

Petani Penggarap Langsung Merasakan Manfaatnya

Petani di tingkat tapak telah merasakan dampak ekosistem usaha pertanian ini secara langsung. Ruswanto, salah satu petani padi asal Kabupaten Sukoharjo, mengaku beban biaya produksi dan pemupukan yang selama ini mencekik kini menjadi jauh lebih ringan.

Selain mendapat dukungan modal dan pupuk, ia tidak lagi kebingungan mencari tengkulak saat masa panen tiba.

“Penjualan padi juga sudah ditampung oleh PT JTAB. Saya dukung dan semoga bisa diperluas dan ditambah jaringannya,” ujar Ruswanto.

Pemerintah berharap perbaikan rantai usaha hulu hingga hilir ini mampu menghilangkan ketidakpastian sektor pertanian Jawa Tengah. Skema ini sekaligus memastikan kesejahteraan petani Jateng dengan program gaji petani ini terus meningkat di setiap musim tanam.

Kontributor: Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.