Ekonomi Jawa Tengah Salip Nasional, Ini Rahasia Gubernur Ahmad Luthfi!
SURAKARTA, Jatengdata.com – Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sukses menembus 5,89 persen dan resmi menyalip rata-rata angka nasional berkat lonjakan investasi triliunan rupiah. Strategi “senyap” ini berujung pada penghargaan bergengsi bagi Gubernur Ahmad Luthfi yang dinilai sukses membawa dampak masif bagi kesejahteraan warga dan pembukaan lapangan kerja.
Penghargaan prestisius Impactful Regional Leadership tersebut resmi diserahkan dalam malam penganugerahan Solopos Best Brand & Innovation (SBBI) Award 2026 di Kabupaten Karanganyar, Jumat (17/7/2026). CEO Solopos Media Group, Arif Budi Susilo, menegaskan bahwa Jawa Tengah kini memiliki arah pembangunan yang sangat konsisten dengan hasil yang terukur nyata.
“Penghargaan ini kami berikan kepada Gubernur Jawa Tengah pada kategori Impactful Regional Leadership. Beliau memiliki konsep pembangunan berkelanjutan yang sangat kuat, meskipun tidak banyak diekspos,” ujar Arif.
Arif menambahkan, pesatnya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan pengembangan jalur Pantura menjadi bukti sahih keberhasilan tersebut. Kawasan strategis ini sukses bertransformasi menjadi magnet investasi baru yang langsung menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar.
Realisasi Investasi Jawa Tengah Tembus Ratusan Triliun
Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah saat ini bertengger kokoh di angka 5,89 persen. Catatan gemilang ini secara meyakinkan mampu melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang tertahan pada level 5,61 persen.
Pencapaian makro tersebut tentu tidak lepas dari realisasi investasi yang fantastis. Sepanjang tahun 2025 lalu, arus modal yang masuk menyentuh angka Rp110,64 triliun dan sukses menyerap 418 ribu tenaga kerja. Tren positif ini terus berlanjut kencang hingga Triwulan I 2026. Pemerintah berhasil menarik masuk investasi senilai Rp23,02 triliun yang otomatis membuka 94 ribu lapangan kerja baru.
Gubernur Ahmad Luthfi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mempertahankan momentum positif ini. Ia menyebut konsep kolaborasi menyeluruh adalah kunci utama keberhasilan daerah.
“Saya ingin setiap daerah memiliki banyak pemenang, banyak petarung. Karena itu kita membangun dengan semangat collaborative government. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri,” ujar Luthfi.
Ekspansi 12 Kawasan Baru dan Kebangkitan UMKM
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah rupanya tidak ingin arus investasi hanya menumpuk di satu atau dua titik. Saat ini, pemerintah daerah terus memfasilitasi 12 kabupaten dan kota yang bersiap mengusulkan pembentukan kawasan industri serta kawasan ekonomi khusus baru.
Selain mengandalkan suntikan modal besar, kekuatan ekonomi Jawa Tengah juga bertumpu kuat pada sektor akar rumput. Hingga Triwulan I 2026, pemerintah daerah telah membina secara intensif sebanyak 199.781 UMKM. Program pendampingan usaha dan kemudahan pembiayaan ini terbukti ampuh menopang nasib sekitar 1,38 juta pekerja.
“Jawa Tengah memiliki sekitar 4,8 juta UMKM, mayoritas merupakan usaha mikro dan kecil. Tugas kami adalah mendorong mereka naik kelas agar semakin kuat, produktif, dan mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Luthfi.
Kombinasi strategis antara masuknya investasi berskala besar dan penguatan kapasitas UMKM ini pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tercatat, angka kemiskinan di Jawa Tengah kini turun signifikan menyentuh level 9,39 persen, menjadikannya salah satu indikator terkuat atas kokohnya ekosistem ekonomi Jawa Tengah saat ini.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.