Bagaimana Eco Lifestyle Aisyiyah Mengubah Cara Ibu-Ibu Menjaga Bumi
SEMARANG, Jatengdata.com – Pemandangan tak biasa mewarnai Aula SMA Negeri 2 Semarang pada peringatan Milad ke-59 organisasi, Ahad (27/9/2026). Sebanyak enam ratus lebih kader perempuan kompak menenteng tumbler dari rumah masing-masing.
Panitia sengaja meniadakan air minum kemasan sekali pakai dan hanya menyediakan galon air isi ulang. Pemandangan lautan tumbler ini menjadi aksi masif nyata penerapan eco lifestyle Aisyiyah oleh setiap tamu undangan yang hadir.
Organisasi perempuan Islam ini terus mengukir kejutan yang melampaui rutinitas seremonial. Keputusan mewajibkan ratusan peserta membawa wadah minum sendiri membuktikan bahwa eco lifestyle Aisyiyah bukan sekadar slogan kosong. Gerakan ini langsung menghapus potensi timbunan sampah plastik usai panitia mengakhiri acara, sekaligus menandai babak baru dakwah yang menyelamatkan bumi.
Dakwah Hijau Bermula dari Dapur Sendiri
Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Semarang, Aminah Kurniasih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan pesan yang langsung mengetuk nurani hadirin. Dakwah tidak boleh membeku di atas mimbar, melainkan harus membaur memberikan solusi atas persoalan kehidupan.
“Bagaimana edukasi dan internalisasi eco lifestyle tentang pentingnya menerapkan pola hidup ramah lingkungan yang dimulai dari rumah tangga dan komunitas terdekat,” ujarnya.
Pernyataan Aminah menegaskan bahwa persoalan tumpukan sampah kerap bermula dari dapur sendiri atau kebiasaan membuang plastik sembarangan.
Merespons hal tersebut, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Pedurungan segera mengambil peran sebagai titik awal gerakan pemilahan sampah rumah tangga warga. Langkah strategis ini akan terus menjalar ke berbagai PCA lain melalui kolaborasi bersama Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (LAZISMU) dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang.
Selain itu, Aisyiyah Kota Semarang juga menggencarkan penghijauan urban melalui pembagian bibit tanaman produktif demi memperkuat ketahanan pangan keluarga.. Gerakan ini merajut napas yang selaras dengan lima pilar pembangunan daerah: Semarang Bersih, Sehat, Cerdas, Makmur, dan Tangguh.
Jejak Panjang Merawat Manusia dan Bumi
Usia 59 tahun menjadi saksi panjang pengabdian Aisyiyah Kota Semarang di tengah masyarakat. Sejak berdiri pada 1 September 1967, organisasi ini telah meninggalkan jejak amal usaha yang luar biasa. Mereka sukses mengelola 52 TK ABA, 22 Kelompok Bermain Aisyiyah, TPQ, TPA, panti asuhan putri, hingga wisma lansia.
Bahkan, pelayanan mereka mencakup perawatan jenazah hingga pemakaman muslim Husnul Khatimah di Patemon dan Plalangan. Rumah Sehat Aisyiyah di Tlogosari kini juga mulai memberikan pelayanan komplementer berupa totok punggung. Setelah sekian lama fokus merawat manusia, mereka kini memperluas jangkauan tangan untuk merawat bumi.
Aminah menyebut gerakan peduli lingkungan ini menjadi momentum emas untuk mengingat kembali jasa para senior pendiri. Nama-nama perintis seperti Bu Masuri, Bu Zuhri, dan Bu Ali telah menanam fondasi perjuangan kuat yang kini tinggal dilanjutkan oleh generasi hari ini.
Ratusan botol kemasan yang urung terbuang hari itu meninggalkan pesan kuat bagi anak cucu di masa depan. Gerakan eco lifestyle Aisyiyah membuktikan bahwa perubahan besar menyelamatkan bumi tidak selalu membutuhkan kebijakan makro.
Langkah merawat lingkungan hidup cukup bermula dari aksi sederhana seorang ibu yang konsisten menanam kebaikan dari halaman rumahnya sendiri.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.